PSPK – 16 Maret 2026 | Capcom resmi mengumumkan bahwa game terbaru dalam waralaba survival horror, Resident Evil Requiem, telah menembus angka enam juta kopi terjual di seluruh dunia. Pencapaian ini menjadikan Requiem sebagai judul terlaris dalam sejarah seri yang telah berusia tiga dekade, mengalahkan rekor penjualan sebelumnya dalam hitungan hari setelah peluncuran.
Penjualan Rekor dalam Hitungan Hari
Menurut data internal perusahaan, Resident Evil Requiem berhasil menjual lima juta kopi dalam lima hari pertama, memicu kelangkaan stok fisik di beberapa wilayah. Hanya dalam tiga hari berikutnya, angka penjualan naik satu juta unit, sehingga total mencapai enam juta kopi pada pertengahan Maret 2026. Kecepatan penjualan ini melampaui ekspektasi analis dan menegaskan posisi Requiem sebagai game paling cepat mencapai milestone tersebut sejak debut seri pada tahun 1996.
Strategi Lanjutan Capcom untuk Menjaga Momentum
Capcom menyatakan komitmen untuk terus mendukung Requiem dengan serangkaian pembaruan konten. Rencana tersebut meliputi:
- Pembaruan cerita utama yang menambah durasi kampanye utama.
- Pengenalan mode mini‑game yang dijadwalkan rilis pada bulan Mei 2026.
- Fitur foto mode yang memungkinkan pemain mengabadikan momen dalam lingkungan horor.
- Dukungan berkelanjutan berupa patch keseimbangan dan perbaikan teknis.
“Kami ingin memastikan para pemain dapat menikmati Requiem lebih lama dengan konten yang segar dan menantang,” ujar juru bicara Capcom dalam konferensi pers virtual.
Perayaan Ulang Tahun ke‑30 Waralaba
Kesuksesan penjualan ini bertepatan dengan perayaan 30 tahun franchise Resident Evil pada 22 Maret 2026. Capcom bekerja sama dengan Universal Studios Japan untuk menyelenggarakan atraksi tematik khusus, sementara konser orkestra yang menampilkan musik ikonik seri akan digelar di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Acara tersebut diharapkan menarik penggemar lama maupun baru, memperkuat ikatan emosional dengan waralaba.
Suara Para Kreator: Mode ‘Non‑Scary’
Direktur legendaris Hideki Kamiya, yang pernah menyutradarai Resident Evil 2 klasik, mengemukakan ide untuk menambahkan mode “non‑scary” dalam Requiem. Dalam sebuah rekaman internal, Kamiya menekankan pentingnya memberikan pemain kebebasan memilih fokus pada teka‑teki dan pertarungan tanpa elemen horor yang intens. “Saya ingin pemain dapat menikmati puzzle dan combat tanpa harus terganggu oleh ketegangan berlebih,” ujarnya.
Respons Komunitas dan Dampak Pasar
Komunitas game di seluruh dunia menyambut baik pencapaian ini. Forum resmi Capcom melaporkan peningkatan diskusi tentang strategi permainan, serta antisipasi terhadap konten tambahan yang dijanjikan. Dari sisi pasar, penjualan Requiem memberikan dorongan signifikan bagi segmen game horor, memicu peningkatan penjualan perangkat keras terkait, terutama GPU yang mendukung teknologi dekompresi data grafis yang dioptimalkan untuk game ini.
Para analis industri memperkirakan bahwa kesuksesan Resident Evil Requiem dapat menstimulasi penjualan perangkat keras gaming selama kuartal berikutnya, mengingat peningkatan permintaan akan performa grafis tinggi untuk menikmati visual detail game horor modern.
Dengan dukungan konten lanjutan, perayaan ulang tahun ke‑30, serta potensi mode “non‑scary” yang dapat memperluas basis pemain, Resident Evil Requiem tampaknya berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dominasi pasar game horor selama beberapa tahun ke depan.
Kesimpulannya, pencapaian enam juta unit terjual tidak hanya menandai keberhasilan komersial, tetapi juga menegaskan strategi Capcom dalam menggabungkan inovasi konten, kolaborasi lintas industri, dan penghargaan terhadap warisan seri. Semua indikator mengarah pada masa depan yang cerah bagi Resident Evil Requiem dan seluruh ekosistem game horor.












