PSPK – 02 Juni 2026 | Trailer Backrooms yang akan diputar di bioskop Indonesia pada 10 Juni 2026 langsung menarik perhatian publik setelah menampilkan salam berbahasa Indonesia di salah satu adegan ikoniknya. Potongan suara yang berbunyi, “Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu,” terdengar mengalun di lorong‑lorong tak berujung yang menjadi ciri khas dunia Backrooms, menimbulkan rasa penasaran sekaligus kebanggaan di kalangan penonton Tanah Air.
Mengungkap Asal Usul Salam Bahasa Indonesia di Trailer Backrooms
Setelah beredar luas di media sosial, banyak netizen mengira bahwa rekaman suara tersebut diciptakan khusus untuk keperluan film. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa audio itu diambil dari The Golden Record, sebuah piringan emas yang diluncurkan bersama misi Voyager 1 dan Voyager 2 pada tahun 1977. The Golden Record berisi koleksi suara, musik, gambar, serta pesan singkat dalam lebih dari dua puluh bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Pesan berbahasa Indonesia itu dibacakan oleh Ilyas Harun, seorang tokoh budaya yang dipilih untuk mewakili suara rakyat Indonesia di ruang angkasa.
Selain salam, The Golden Record juga memuat gending Jawa “Ketawang Puspawarna” karya Mangkunegara IV, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya diwakili lewat kata, melainkan pula lewat musik tradisional. Kedua elemen budaya ini dikirim ke luar angkasa dengan harapan suatu hari dapat ditemukan oleh peradaban lain, menjadikan mereka sebagai kapsul waktu peradaban manusia.
Ketika cuplikan trailer Backrooms menampilkan salam tersebut, banyak penonton yang terkejut mengetahui bahwa suara itu pernah meluncur ke ruang angkasa lebih dari empat puluh tahun lalu. Reaksi di dunia maya beragam, mulai dari rasa kagum hingga kebanggaan nasional. Beberapa pengguna media sosial menulis, “Saya tidak menyangka suara salam Indonesia pernah berada di luar angkasa!” Sementara yang lain menyoroti betapa cerdasnya tim produksi A24 yang mengintegrasikan elemen autentik ini ke dalam narasi film horor sci‑fi.
Penggunaan rekaman otentik dari The Golden Record memberi nuansa ekstra pada film Backrooms. Suara salam yang familiar namun sekaligus asing menambah lapisan misteri pada setting labirin tak berujung, memperkuat atmosfer menakutkan yang ingin diciptakan sutradara. Bagi penonton Indonesia, keberadaan salam berbahasa Indonesia bukan sekadar elemen audio, melainkan simbol kehadiran budaya nasional dalam produksi film internasional yang biasanya didominasi bahasa Inggris.
Tak hanya suara, kehadiran aktris berdarah Indonesia, Lukita Maxwell, dalam peran utama menambah nilai tarik film ini di pasar lokal. Lukita, yang pernah dikenal lewat peran di serial televisi dan film indie, kini menjadi sorotan publik Indonesia karena perannya dalam Backrooms. Kehadirannya dipandang sebagai peluang bagi aktor Indonesia untuk menembus industri perfilman global, sekaligus memberikan sentuhan lokal yang lebih kuat pada cerita.
Dampak budaya dari fenomena ini meluas ke luar layar lebar. Sekolah‑sekolah dan komunitas astronomi di Indonesia mulai mengadakan diskusi tentang The Golden Record, memperkenalkan generasi muda pada sejarah penjelajahan luar angkasa dan pentingnya representasi budaya. Selain itu, para pembuat konten digital memanfaatkan momentum ini untuk membuat video edukatif tentang Ilyas Harun, gending Jawa, serta proses pembuatan trailer yang menggabungkan arsip NASA.
Secara keseluruhan, pemilihan salam bahasa Indonesia dalam trailer Backrooms tidak hanya meningkatkan ekspektasi penonton terhadap film yang akan datang, tetapi juga menegaskan kembali peran Indonesia dalam percakapan budaya global. Dengan rilis film yang dijadwalkan pada pertengahan Juni 2026, antisipasi publik terus meningkat, menandakan bahwa kombinasi antara horor sci‑fi, sejarah luar angkasa, dan kebanggaan nasional dapat menjadi resep sukses bagi produksi film internasional di pasar Asia Tenggara.












