PSPK – 15 Maret 2026 | Seorang idola K‑pop asal Thailand, Nichkhun, anggota grup legendaris 2PM, baru-baru ini mengungkap pengalaman menyeramkan yang menimpa dirinya pada malam Jumat, 13 Maret 2026. Dalam sebuah Instagram Story yang diposting pada Sabtu, 14 Maret 2026, ia menceritakan bahwa dirinya dibuntuti oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai fans setianya selama kurang lebih setengah jam di sekitar kediamannya.
Rangkaian Kejadian yang Membuat Cemas
Menurut Nichkhun, saat ia berjalan di sekitar rumah pada malam itu, ia mulai merasakan kehadiran seseorang yang mengikuti setiap langkahnya. Perempuan tersebut tidak hanya mengintai dari belakang, melainkan juga berteriak dengan nada agresif serta mengumpat dalam bahasa Mandarin. Nichkhun menegaskan bahwa suara keras dan kata‑kata kasar itu membuatnya sangat tidak nyaman, bahkan memicu rasa takut akan keamanan pribadi.
Situasi semakin memanas ketika sang fans tidak hanya mengucapkan kata‑kata kasar, melainkan juga melakukan serangan fisik ringan. Nichkhun menggambarkan bahwa ia hampir tersentak oleh dorongan tiba‑tiba yang membuatnya harus berusaha menahan diri. Karena khawatir keamanan dirinya semakin terancam, ia memutuskan untuk tidak kembali ke rumah dan mencari perlindungan di kantor polisi terdekat.
Tindakan Hukum dan Penegakan Privasi
Setelah menghubungi pihak berwajib, seorang polisi datang dan menuntun Nichkhun kembali ke rumah dengan menggunakan mobil kepolisian. Dalam pernyataannya, idola tersebut menegaskan bahwa ia mengetahui identitas pelaku serta alamat sekolahnya di Korea, dan berjanji akan menempuh jalur hukum untuk menuntut tindakan tersebut. Nichkhun menambahkan, “Ini adalah pelanggaran serius terhadap privasi saya. Saya tidak akan membiarkan siapa pun melanggar batas yang telah ditetapkan.”
Ia juga mengingatkan para penggemar untuk menghormati batas privasi, menegaskan bahwa sebagian besar fans yang benar‑benar mencintainya menghargai ruang pribadi dan membiarkannya hidup sebagai manusia biasa. Sementara itu, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan atau penguntitan tidak akan ditoleransi, apapun alasannya.
Reaksi Penggemar dan Komunitas K‑pop
Setelah cerita ini beredar, dukungan mengalir deras dari para penggemar Nichkhun maupun komunitas K‑pop secara umum. Banyak yang memuji keberanian sang idola untuk melaporkan kejadian tersebut dan menuntut perlindungan hukum. Di sisi lain, insiden ini memicu diskusi luas tentang batas antara fanatisme dan pelanggaran privasi, terutama pada era media sosial yang memungkinkan interaksi langsung antara selebriti dan penggemar.
Beberapa netizen menyoroti pentingnya edukasi bagi fans mengenai etika berinteraksi dengan artis, termasuk tidak melakukan stalking atau mengganggu aktivitas pribadi. Mereka menekankan bahwa rasa kagum tidak boleh berubah menjadi perilaku obsesif yang membahayakan keselamatan semua pihak.
Langkah Selanjutnya dan Upaya Pencegahan
Menurut laporan, pihak manajemen 2PM dan agensi Nichkhun sedang berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kasus ini diproses secara tuntas. Mereka juga berjanji akan meningkatkan pengamanan bagi para anggota grup, termasuk penambahan tim keamanan pribadi dan pelatihan khusus tentang penanganan situasi penguntitan.
Kasus ini menjadi pengingat kuat bagi industri hiburan untuk lebih proaktif dalam melindungi artis dari ancaman fisik maupun psikologis. Sebagai langkah preventif, agensi-agensi besar di Korea dan Asia kini mulai mengimplementasikan protokol keamanan yang lebih ketat, termasuk pemantauan lokasi dan sistem pelaporan cepat ketika ada indikasi penguntitan.
Dengan menegaskan bahwa tindakan hukum akan diambil, Nichkhun berharap kejadian serupa tidak akan terulang lagi, baik untuk dirinya maupun rekan‑rekan seindustri. Ia mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa para fans dapat menghormati privasi, sehingga ikatan antara artis dan penggemar tetap sehat dan saling mendukung.












