PSPK – 21 April 2026 | Film horror‑thriller Ghost In The Cell berhasil menarik 779.920 penonton dalam empat hari pertama penayangan di bioskop Indonesia, mencetak rekor signifikan bagi industri perfilman tanah air.
Pengumuman pencapaian tersebut disampaikan sutradara Joko Anwar melalui unggahan poster di akun Instagram pribadinya pada 20 April 2026. Ia menuliskan rasa syukur dan harapan agar penonton dapat merasakan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia selama menonton film berdurasi 1 jam 46 menit tersebut.
Film ini mulai ditayangkan secara nasional sejak 16 April 2026. Sebelumnya, Ghost In The Cell telah menarik perhatian dunia dengan diputar di Berlin International Film Festival (Berlinale) pada Februari 2026.
Distribusi internasional film ini diatur oleh Plaion Pictures, perusahaan asal Jerman. Berkat kerja sama tersebut, film akan diputar di bioskop-bioskop di lebih dari 86 negara, mencakup kawasan Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, dan Subbenua India, memperluas jangkauan perfilman Indonesia ke pasar global.
Daftar pemeran utama meliputi Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Tora Sudiro, serta penampilan debut Magistus Miftah.
Sinopsis
Di Lapas Labuhan Angsana, sebuah penjara fiktif yang dipenuhi korupsi dan perseteruan geng, Dimas (diperankan Endy Arfian), mantan jurnalis, tiba‑tiba dipenjara. Kedatangan Dimas memicu serangkaian kejadian supranatural, termasuk pembunuhan brutal dengan jasad yang disusun menyerupai instalasi seni grotesk.
Terungkap bahwa penjara tersebut dihantui makhluk gaib yang menyerang mereka yang dipenuhi aura negatif seperti kebencian, kemarahan, dan keserakahan. Untuk bertahan, narapidana yang sebelumnya berseteru, termasuk Anggoro (Abimana Aryasatya) dan Bimo (Morgan Oey), terpaksa bersaing melakukan perbuatan baik dan menjaga hati tetap bersih.












