Project Seru Penuh Kejutan

Mengenal Kiswah, Kain Penutup Ka’bah yang Diganti Setiap Tahun

March 11, 2026 • 0 Views
Mengenal Kiswah, Kain Penutup Ka'bah yang Diganti Setiap Tahun
Mengenal Kiswah, Kain Penutup Ka'bah yang Diganti Setiap Tahun

PSPK – 11 Maret 2026 | Ka’bah merupakan titik kiblat utama bagi umat Islam di seluruh dunia. Di balik struktur batu yang khas, Ka’bah selalu ditutupi oleh selembar kain hitam berkilau yang dikenal sebagai Kiswah. Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menjadi simbol penghormatan dan kontinuitas tradisi haji.

Secara istilah, Kiswah atau Gilaf berarti “jubah” atau “penutup”. Seluruh permukaan Ka’bah dibalut oleh kain berukuran sekitar 658 meter persegi yang terbuat dari kombinasi katun dan sutra murni. Pada setiap tahun, tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah, ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, Kiswah lama diganti dengan yang baru. Sebelum pemasangan, Ka’bah terlebih dahulu ditutup dengan kain putih yang melambangkan pakaian ihram para jemaah.

Pembuatan Kiswah melibatkan ribuan meter sutra berwarna hitam, sekitar 670 kg, yang kemudian disulam dengan 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak. Kaligrafi ayat‑ayat Al‑Qur’an ditulis dengan presisi tinggi oleh kaligrafer Muslim terampil, menambah keagungan tampilan kain. Total biaya produksi diperkirakan mencapai 17 juta riyal Saudi, setara dengan sekitar Rp75 miliar.

Setelah proses pemasangan selesai, Kiswah baru diikat pada cincin tembaga di bagian dasar marmer Ka’bah. Kain lama kemudian dipotong menjadi potongan kecil dan dibagikan sebagai hadiah kehormatan kepada tokoh agama serta pejabat negara dari berbagai belahan dunia.

Sejarah Kiswah mencatat perubahan warna dan bahan. Pada masa Dinasti Abbasiyah, Ka’bah pernah memakai tiga jenis kain dalam setahun, termasuk brokat merah dan putih. Pada era khalifah Al‑Nasir, warna kiswah sempat diganti menjadi hijau sebelum akhirnya ditetapkan hitam pada abad ke-13, warna yang tetap dipertahankan hingga kini. Beberapa dermawan, seperti saudagar Ramisht dari Siraf pada abad ke-12, pernah menyumbangkan tekstil impor untuk menutup Ka’bah.

Penggantian tahunan Kiswah tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga menegaskan ikatan spiritual umat Islam dengan Ka’bah. Aroma sutra yang khas serta kilau benang emas dan perak selalu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap jamaah yang menyaksikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *