Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Tragedi Longsor Bantargebang: Sopir Truk Riki Supriadi Tinggalkan 5 Anak, Bayi 2 Bulan, 7 Tewas dan 6 Selamat

March 10, 2026 • 0 Views
Tragedi Longsor Bantargebang: Sopir Truk Riki Supriadi Tinggalkan 5 Anak, Bayi 2 Bulan, 7 Tewas dan 6 Selamat
Tragedi Longsor Bantargebang: Sopir Truk Riki Supriadi Tinggalkan 5 Anak, Bayi 2 Bulan, 7 Tewas dan 6 Selamat

PSPK – 10 Maret 2026 | Longsor sampah yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, menewaskan tujuh orang dan menyelamatkan enam orang lainnya. Dari total 13 korban, satu nama yang paling mengundang simpati adalah Riki Supriadi, sopir truk berusia 40 tahun yang meninggalkan istri dan lima anak, termasuk bayi bungsu berusia dua bulan.

Riki, yang akrab dipanggil “Buyung” oleh keluarganya, telah bekerja sebagai sopir truk di kawasan TPST selama lebih dari dua dekade. Ia dikenal sebagai pekerja keras yang jarang mengeluh, bahkan mengaku merasa aman karena lingkungan kerja yang sudah ia kenal sejak masa lajang.

Detik-detik Kejadian

Pada pukul 14.30 WIB, sejumlah truk sedang antre untuk membuang sampah ketika tumpukan sampah tiba‑tiba runtuh. Longsoran menimpa truk‑truk yang sedang menunggu giliran, serta pemilik warung dan warga yang berada di sekitar lokasi. Saksi mata melaporkan teriakan panik dan suara gemuruh sampah yang menimbun area kerja.

Tim SAR gabungan, yang dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, segera dikerahkan. Mereka menemukan enam korban selamat, termasuk dua sopir truk bernama Budiman dan Johan, serta empat pekerja lainnya. Sementara itu, tujuh korban dinyatakan meninggal, di antaranya dua pemilik warung, dua sopir truk (Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin), serta Riki Supriadi yang ditemukan tewas pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kisah Keluarga Riki

Fatimah (61), ibu mertua Riki, menempuh perjalanan dari Bogor ke posko pengaduan orang hilang setelah menerima kabar duka. “Mobilnya sudah ketemu, tasnya ada, uangnya ada, tapi orangnya enggak ada,” ujarnya dengan mata berkaca‑kaca. Fatimah mengingat percakapan terakhir Riki pada malam pertama bulan puasa, ketika ia memberi nomor telepon baru kepada ibunya. Pada Sabtu, sebelum berangkat kerja, Riki sempat melakukan panggilan video dengan Fatimah, memberi harapan bahwa hari itu akan berjalan lancar.

Riki meninggalkan istri dan lima anak kecil. Anak bungsu, bayi perempuan berusia dua bulan, masih bergantung pada ibunya, sementara anak sulungnya sudah duduk di bangku kelas 3 SMP. Fatimah menekankan betapa sulitnya kondisi keluarga yang kini harus menghidupi lima anak tanpa sumber penghasilan utama.

Penanganan dan Penutupan Pencarian

Setelah penemuan jenazah Riki, tim SAR menghentikan pencarian karena tidak ada lagi laporan orang hilang. Basarnas mencatat total korban tewas menjadi lima orang pada tahap awal, namun data akhir menunjukkan tujuh tewas setelah identifikasi lengkap. Tim Brimob dan Dinas Penanggulangan Bencana Kota Bekasi terus melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah menggunakan alat berat seperti ekskavator.

Menurut Kapolres Metro Bekasi, Kombes Kusumo, situasi di sekitar area longsor kini aman dan kondusif. Namun, trauma bagi keluarga korban, terutama Fatimah dan istri Riki, masih sangat terasa.

Peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya penataan tumpukan sampah yang aman, terutama di lokasi kerja yang melibatkan banyak truk dan pekerja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan otoritas setempat diharapkan memperketat regulasi serta meningkatkan fasilitas keselamatan di TPST untuk mencegah tragedi serupa.

Dengan berakhirnya operasi SAR, perhatian kini beralih pada bantuan sosial dan psikologis bagi keluarga korban, khususnya anak‑anak kecil yang kehilangan ayah mereka. Pemerintah daerah telah menyatakan komitmen menyediakan bantuan dana darurat, serta program bantuan pendidikan bagi anak‑anak yang terdampak.

Tragedi ini menorehkan duka mendalam di masyarakat Bekasi dan menggarisbawahi betapa rapuhnya keselamatan kerja di sektor pengolahan sampah. Semoga langkah‑langkah preventif yang diambil selanjutnya dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *