PSPK – 10 Maret 2026 | Jakarta, 9 Maret 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, BP, dan Vivo tetap stabil sejak awal Maret, meski pasar minyak dunia mengalami lonjakan tajam akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah internasional biasanya berimbas pada tarif BBM domestik, namun data resmi yang dirilis pada Senin (9/3) menunjukkan bahwa Pertamina Dex, salah satu varian diesel premium, tetap dipatok pada Rp14.500 per liter di wilayah Jakarta. Stabilitas ini memberikan napas lega bagi pengemudi truk, armada transportasi, dan konsumen kendaraan pribadi yang bergantung pada diesel.
Rincian Harga BBM di SPBU Pertamina
| Produk | Harga (Rp/Liter) |
|---|---|
| Pertalite | 10.000 |
| Solar subsidi | 6.800 |
| Pertamax | 12.300 |
| Pertamax Turbo | 13.100 |
| Pertamax Green | 12.900 |
| Dexlite | 14.200 |
| Pertamina Dex | 14.500 |
Data di atas diambil langsung dari laman resmi Pertamina pada hari Senin, 9 Maret 2026. Harga tersebut tidak berubah dibandingkan dengan tarif pada 1 Maret, menandakan kebijakan penetapan harga yang konsisten meski pasokan diesel nasional masih mengalami tekanan.
Bandingkan dengan Kompetitor
Stabilitas serupa juga terlihat pada jaringan SPBU lain:
- Shell Super: Rp12.390 per liter; V‑Power Diesel: Rp14.620 per liter.
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter; BP 92: Rp12.390 per liter; BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter.
- Vivo Revvo 92: Rp12.390 per liter; Revvo 95: Rp12.930 per liter; Diesel Primus: Rp14.610 per liter.
Perbedaan harga antar merek masih dalam rentang yang wajar, namun Pertamina Dex tetap menjadi patokan utama bagi pengguna diesel premium di Indonesia.
Penyebab Stabilitas Harga
Beberapa faktor utama yang memungkinkan harga tetap stabil meski minyak dunia naik:
- Kebijakan subsidi dan kontrol harga pemerintah: Pemerintah terus mengatur harga jual eceran BBM melalui mekanisme subsidi dan batas atas harga jual eceran (HJE).
- Stok cadangan nasional: Persediaan minyak mentah dalam negeri dan impor yang diatur secara hati-hati menahan fluktuasi harga pasar.
- Strategi penetapan harga berbasis indeks global: Pertamina mengacu pada rata‑rata harga minyak dunia dengan margin tertentu, sehingga penyesuaian tidak langsung terjadi setiap perubahan harga internasional.
Selain itu, konflik antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran menambah ketidakpastian pasokan minyak global, namun dampaknya belum terasa di level konsumen Indonesia karena regulasi domestik yang ketat.
Dampak bagi Konsumen dan Sektor Transportasi
Stabilitas harga Pertamina Dex memberikan manfaat langsung:
- Pengemudi truk dan bus: Beban biaya operasional tidak meningkat secara tiba‑tiba, menjaga tarif angkutan publik tetap terjangkau.
- Industri logistik: Perencanaan biaya transportasi dapat dilakukan dengan lebih akurat, mendukung stabilitas harga barang di pasar domestik.
- Konsumen kendaraan pribadi: Bagi pemilik mobil diesel, pengeluaran rutin untuk bahan bakar tidak terpengaruh oleh volatilitas pasar minyak global.
Namun, para analis ekonomi tetap memperingatkan bahwa jika konflik geopolitik berlanjut atau pasokan minyak dunia terus menurun, pemerintah mungkin perlu meninjau kembali kebijakan harga.
Secara keseluruhan, harga Pertamina Dex yang tetap di Rp14.500 per liter pada pekan kedua Maret mencerminkan upaya pemerintah dan perusahaan energi nasional dalam menahan guncangan eksternal. Konsumen dapat menikmati kepastian harga dalam jangka pendek, sementara pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan harga di masa mendatang.












