PSPK – 09 Maret 2026 | Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Pandeglang menyelenggarakan acara BERSEMI Season 7 dengan tema pencegahan penyalahgunaan obat‑obatan tertentu (OOT) dan prekursor di kalangan remaja. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Panti Asuhan Hasanuddin Pandeglang dihadiri oleh puluhan anak asuh serta petugas panti dengan antusias.
Dengan tagline “Kenali, Pahami, Cegah Penyalahgunaan untuk Generasi Sehat”, acara ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui pendekatan interaktif. Para apoteker anggota PC IAI tidak hanya menyampaikan materi teori, melainkan mengajak peserta berdiskusi langsung mengenai bahaya konsumsi obat di luar indikasi medis.
Ketua PC IAI Kabupaten Pandeglang, Apt. Sumarlin, menekankan bahwa edukasi ini merupakan wujud tanggung jawab profesi dalam memperkuat pengetahuan publik, terutama generasi Z, tentang risiko penggunaan obat legal yang tidak terkontrol. Ia menambahkan, “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulan Ramadan, melainkan ikhtiar kami agar masyarakat mendapatkan informasi utuh tentang obat‑obatan tertentu.”
Pada sesi materi, peserta diperkenalkan dengan berbagai golongan obat, mulai dari obat bebas, obat keras, hingga prekursor. Contoh obat yang dibahas meliputi:
- Trihexyphenidyl – obat antikolinergik yang dapat menimbulkan efek samping serius bila disalahgunakan.
- Tramadol – analgesik opioid yang memiliki potensi ketergantungan tinggi.
- Pseudoefedrin – bahan prekursor yang sering terkandung dalam obat flu dan dapat dimanfaatkan untuk produksi narkotika.
Para pemateri menyoroti dampak penyalahgunaan seperti ketergantungan, kerusakan organ hati, gangguan sistem saraf, hingga risiko kematian akibat overdosis. Penjelasan disampaikan dengan bahasa ringan namun tetap informatif, sehingga mudah dipahami oleh remaja.
Acara dipandu oleh Mathla’ul Anwar, seorang apoteker muda yang juga berprofesi sebagai moderator. Kehadirannya menciptakan suasana diskusi yang cair dan dekat dengan peserta. “Kami sengaja menghadirkan moderator yang dekat dengan dunia anak muda agar pesan‑pesan kesehatan ini dapat diterima tanpa kesan menggurui,” ujar Apt. Sumarlin.
Perwakilan Panti Asuhan Hasanuddin, Mu’an, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian apoteker Pandeglang yang rutin mengisi kegiatan di panti. “Terima kasih banyak kepada Pengurus Apoteker Pandeglang. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak‑anak kami. Semoga teman‑teman apoteker selalu sehat dan tambah berkah,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan remaja dapat membangun kesadaran sejak dini untuk menjauhi penyalahgunaan obat serta menjadi contoh gaya hidup sehat di lingkungan masing‑masing. Pesan penutup menegaskan bahwa kejahatan terus ada bukan karena banyaknya orang jahat, melainkan karena diamnya orang baik.












