PSPK – 14 Juli 2026 | Dalam sebuah wawancara terbaru, aktris Carissa Perusset berbagi Cerita Carissa Perusset Jadi Pengasuh Anak Sofia, Rela Belajar Menari hingga Ketakutan, yang menggambarkan perjalanan emosionalnya dalam memerankan karakter Dahlia di film horor psikologis terbaru, “Sofia”. Film yang disutradarai oleh Adis Kayl ini memperlihatkan sisi gelap dari dunia pengasuhan anak dengan menyoroti trauma dan ketakutan yang dialami oleh karakter Dahlia.
Carissa mengungkapkan bahwa perannya sebagai pengasuh anak bernama Sofia, yang diperankan oleh Anantya Kirana, membawa banyak tantangan yang belum pernah ia hadapi sebelumnya. “Aku jadi, ya, babysitter-nya Sofia di sini selama beberapa bulan. Dan di situ karakter Dahlia ini mengalami beberapa hal yang benar-benar menjijikkan dan menakutkan dan di luar nalar banget,” ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Perjuangan Menghadapi Trauma
Menariknya, Carissa sempat merasa ragu untuk menerima tawaran peran ini. Ia mengaku pernah mengalami trauma mendalam akibat peran serupa di film sebelumnya. “Kalau boleh jujur, iya (hampir menolak). Karena udah pernah beberapa kali dan itu buat aku lumayan berat untuk aku. Tapi justru mungkin aku kembali lagi kayak apa, ya, fix that trauma,” jelasnya. Keputusan untuk menerima peran ini akhirnya diambil sebagai langkah untuk memperbaiki dan mengatasi trauma yang ia rasakan.
Belajar Hal Baru untuk Karakter
Selain berjuang melawan trauma, Carissa juga harus beradaptasi dengan banyak hal baru demi mendalami karakternya. Salah satunya adalah belajar menari, yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. “Ada workshop fighting dan workshop dance juga. Jadi ada workshop dance di mana aku bakal dance yang kaku banget, nggak bisa dance sama sekali gitu,” tambahnya. Proses belajar ini tidak hanya menuntut fisik, tetapi juga mental, karena ia harus memasukkan emosi yang dalam ke dalam setiap gerakan.
Menghadapi Tantangan Mental
Peran Dahlia ternyata tidak hanya menguras tenaga fisik, tetapi juga mental. Setelah menyelesaikan syuting, Carissa merasa perlu untuk melakukan konseling dengan seorang psikolog. “Dahlia ini kena banget mentalnya sampai aku nanya kayak, ‘Ini nanti bakal sedia psikolog atau terapis nggak setelah syuting?’ gitu. Soalnya karakter yang dialamin karakter ini lumayan berat, bukan cuma fisik tapi mental juga,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan keseriusan Carissa dalam menjalani perannya dan memahami dampak emosional yang ditimbulkan oleh karakter tersebut.
Film Sofia: Menyelami Trauma dan Kemanusiaan
Film “Sofia” sendiri mengusung tema yang dalam, mengangkat isu trauma, misteri, dan kemanusiaan. Selain Carissa Perusset dan Anantya Kirana, film ini juga dibintangi oleh Wulan Guritno, Nugie, dan Kiki Narendra. Dengan genre horor psikologis, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menegangkan sekaligus menggugah kesadaran penonton akan isu-isu yang diangkat.
Cerita Carissa Perusset Jadi Pengasuh Anak Sofia, Rela Belajar Menari hingga Ketakutan tidak hanya sekadar perjalanan seorang aktris, tetapi juga cerminan dari ketekunan dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Melalui perannya, Carissa menunjukkan bahwa seni peran bukan hanya tentang tampil di layar, tetapi juga tentang menghayati dan memahami karakter yang dimainkan dengan sepenuh hati.












