PSPK – 01 Juni 2026 | Polsek Rancaekek melaksanakan Protap Pengaturan (Gatur) Sore pada Senin, 1 Juni 2026 pukul 15.50 WIB di beberapa titik rawan kepadatan kendaraan di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dengan tujuan utama memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Unit Patroli Polsek Rancaekek menumpahkan personelnya di lokasi strategis, termasuk perlintasan rel kereta api Rancaekek dan Jalan Raya Rancaekek‑Majalaya, yang selama bertahun‑tahun menjadi sumber kemacetan pada sore hari akibat pertumpukan kendaraan pribadi, angkutan umum, serta aktivitas pasar tradisional di sekitar kawasan tersebut.
Wilayah Rancaekek mengalami pertumbuhan penduduk sekitar 3,2 % per tahun sejak 2015, bersamaan dengan peningkatan volume kendaraan harian yang mencapai 12.800 unit. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas di wilayah ini meningkat 15 % dalam lima tahun terakhir, terutama pada jam‑jam sibuk menjelang sore. Kondisi inilah yang melatarbelakangi keputusan Polri untuk menambah frekuensi operasi Gatur di area yang selama ini rawan.
Kepala Polsek Rancaekek, Kombes Deny Sunjaya, S.H., M.H., menegaskan bahwa Gatur Sore bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Keberadaan anggota Polri di lapangan tidak hanya untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers yang dihadiri Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono.
Selama operasi, petugas secara aktif mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan warga, serta berkoordinasi dengan petugas perkeretaapian untuk memastikan tidak ada gangguan pada jadwal kereta. Penggunaan rambu lalu lintas portable, peluit, serta lampu senter saat kondisi cahaya menurun menjadi bagian tak terpisahkan dari taktik pengaturan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa meskipun volume kendaraan tetap tinggi, tidak terjadi kemacetan signifikan dan tidak ada laporan kecelakaan selama periode operasi.
Respon masyarakat di lokasi sangat positif. Warga setempat, Budi Santoso, pedagang di pasar sekitar perlintasan rel, menyatakan, “Biasanya sore hari macet sampai 30 menit, tapi hari ini lancar. Kami jadi bisa melayani pembeli lebih cepat.” Sementara itu, pengendara motor, Siti Nurhaliza, menambahkan, “Petugas membantu kami menyeberang rel dengan aman, jadi rasa tenangnya meningkat.”
| Lokasi Pengaturan | Waktu Mulai | Keterangan |
|---|---|---|
| Perlintasan Rel Kereta Api Rancaekek | 15:50 WIB | Pemantauan intensif, koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia |
| Jalan Raya Rancaekek‑Majalaya | 15:55 WIB | Pengaturan arus kendaraan pribadi dan angkutan umum |
| Pasar Tradisional Rancaekek | 16:10 WIB | Bantuan penyeberangan pejalan kaki dan pemuatan barang |
Program Gatur Sore merupakan bagian dari strategi lebih luas Polri dalam menerapkan konsep “Polri di Tengah Masyarakat”. Di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, Polri telah mengimplementasikan operasi serupa dengan hasil penurunan kecelakaan sampai 12 % dan peningkatan kepuasan publik. Keberhasilan tersebut mendorong Polri untuk memperluas jangkauan ke daerah‑daerah suburban seperti Rancaekek.
Dampak jangka pendek operasi ini terlihat dari berkurangnya waktu tempuh perjalanan harian warga, yang menurut survei singkat Biro Perencanaan Transportasi Kota Bandung turun rata‑rata 8 menit. Pada jangka menengah, peningkatan rasa aman di jalan dapat menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, terutama terkait pelanggaran berhenti di perlintasan rel. Selain itu, kehadiran petugas di lapangan memperkuat hubungan kepercayaan antara warga dan aparat, yang selama pandemi sempat mengalami erosi.
Namun, tantangan tetap ada. Penambahan frekuensi Gatur memerlukan alokasi sumber daya manusia yang signifikan, termasuk rotasi personel agar tidak mengganggu tugas rutin patroli kriminal. Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan; meskipun hari itu cerah, hujan lebat dapat mengurangi efektivitas pengaturan visual. Koordinasi dengan lembaga transportasi, terutama perusahaan kereta api, memerlukan protokol komunikasi yang jelas untuk menghindari konflik jadwal.
Secara keseluruhan, Gatur Sore yang dilaksanakan Polsek Rancaekek pada 1 Juni 2026 berhasil menegaskan peran aktif Polri dalam mengatasi permasalahan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi kepolisian daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa, terutama di wilayah dengan pola kepadatan lalu lintas yang serupa. Dengan konsistensi pelaksanaan dan dukungan lintas‑instansi, program ini dapat menjadi pilar penting dalam upaya menciptakan jalan raya yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna di Kabupaten Bandung.












