PSPK – 31 Mei 2026 | Dialog Kolaborasi Kebangsaan FORWAREK 2026 di UNDIP Hadirkan Kepala BRIN menjadi sorotan utama pada Senin, 25 Mei 2026, ketika Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama (FORWAREK) PTN se-Indonesia secara daring mempertemukan pemangku kepentingan riset nasional. Acara yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) ini menegaskan komitmen kolektif untuk memperkuat hilirisasi riset dan inovasi melalui konsorsium dinamis antara BRIN dan perguruan tinggi.
Rangkaian Acara dan Sambutan Rektor UNDIP
Rapat dibuka oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya menjadikan kolaborasi bukan sekadar dokumen formal. “Kita hidup di era coopetition, kompetisi dan kerja sama harus berjalan beriringan,” ujarnya. Prof. Suharnomo mengutip pemikiran McKinnon, menegaskan bahwa kepemimpinan adalah tindakan, bukan jabatan, dan mengajak seluruh peserta untuk bergerak cepat mewujudkan program konkret.
Penekanan Ketua Panitia dan Pengurus FORWAREK
Ketua Panitia, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., selaku Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, menyampaikan laporan bahwa fokus utama forum adalah akselerasi konsorsium BRIN‑PTN. Ia menolak pendekatan “paper‑only” dan menuntut kepercayaan serta visi bersama untuk menjawab tantangan riil masyarakat. Ketua FORWAREK, Dr. Ruslan H.S. Tawari, S.Pi., M.Si., menambahkan apresiasi atas antusiasme pengurus dari seluruh wilayah, menegaskan kesiapan forum memfasilitasi langkah konkret kemitraan baru.
Materi Strategis Kepala BRIN
Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., memaparkan materi berjudul “Peningkatan Kolaborasi dan Konsorsium BRIN dan PTN”. Ia menyoroti bahwa daya saing ekonomi Indonesia bergantung pada riset, teknologi, dan entrepreneurship, sebagaimana tercermin dalam Global Innovation Index. Prof. Arif menambahkan rencana pembangunan Rumah Inovasi Indonesia sebagai one‑stop service untuk inkubator bisnis, teknologi, dan lisensi kekayaan intelektual, serta Rumah Inovasi Daerah yang melibatkan perguruan tinggi sebagai penggerak ekosistem lokal.
Tri‑fase Peran Perguruan Tinggi
- Teaching University: Menyiapkan lulusan siap kerja dengan kurikulum relevan.
- Research University: Fokus pada penciptaan pengetahuan melalui laboratorium modern.
- Innovation University: Mengintegrasikan industrial engagement, applied research, dan Science Technopark.
Prof. Arif menekankan bahwa pergeseran menuju fase Innovation University menjadi kunci untuk menghubungkan hasil riset dengan pertumbuhan industri daerah.
Harapan dan Langkah Lanjutan
Dialog Kolaborasi Kebangsaan FORWAREK 2026 di UNDIP Hadirkan Kepala BRIN tidak hanya menjadi ajang pertukaran pandangan, melainkan pemantik aksi berkelanjutan. Rektor UNDIP menutup sesi dengan kutipan, “Your networking is your currency,” mengingatkan pentingnya jaringan sebagai aset masa depan. UNDIP berjanji akan terus menjadi tuan rumah inisiatif serupa, memperkuat ekosistem riset nasional, dan memastikan bahwa kolaborasi antar‑PTN serta BRIN menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kesimpulan
Acara ini menegaskan bahwa Dialog Kolaborasi Kebangsaan FORWAREK 2026 di UNDIP Hadirkan Kepala BRIN menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi riset, inovasi, dan pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan dukungan konkret, konsorsium BRIN‑PTN diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian, meningkatkan daya saing global, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.












