PSPK – 08 Maret 2026 | Hujan deras yang melanda Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang sejak Sabtu malam 7 Maret 2026 memicu banjir yang menenggelamkan sekitar 150 rumah warga. Air meluap pada pukul 22.00 WIB, menggenangi permukiman di Kampung Pasar RT 001/RW 003, Desa Bojonegara, dengan tinggi muka air di luar rumah mencapai 50‑60 sentimeter dan di dalam rumah berkisar 5‑10 sentimeter.
Koordinator Presidium Gerakan Masyarakat Bojonegara‑Puloampel (GEMA BP), Ari Daelami, menilai respons pemerintah daerah masih terlalu lambat. Ia menyoroti kurangnya bantuan logistik bagi ribuan warga yang harus menjalani sahur dalam kondisi terendam, serta tidak adanya solusi permanen untuk bencana yang telah menjadi pola tahunan di wilayah tersebut.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, antara lain:
- Makanan siap saji
- Perahu karet (inflatable boat)
- Obat‑obatan
- Selimut
- Family kit dan baby kit
- Tenda pengungsi
Penanganan di lapangan melibatkan personel BPBD, Polsek, Koramil, aparat kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat. Satu unit kendaraan operasional dan dua unit perahu karet telah disiagakan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.
Warga Bojonegara mengingatkan bahwa banjir serupa kerap terjadi setiap kali curah hujan tinggi. Mereka menuntut pemerintah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten menyusun langkah mitigasi jangka panjang, seperti perbaikan drainase, penataan tata ruang, dan sistem peringatan dini, agar kejadian serupa tidak terulang.












