Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Mengenal 20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya

May 20, 2026 • 0 Views
Mengenal 20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya
Mengenal 20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya

PSPK – 20 Mei 2026 | Tanggal 20 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hari nasional ini bukan seremonial biasa, melainkan hasil jerih payah dan dedikasi nasionalisme para pejuang. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan lewat peraturan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Penetapan ini disahkan Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959 untuk memperingati hari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Sejarah Singkat Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Sebelum negara Indonesia merdeka, kependudukan Belanda di Tanah Air sangatlah masif. Belanda membuat kebijakan struktural yang diberlakukan paksa mengatur hidup orang Hindia Belanda atau Indonesia. Salah satunya, kebijakan tanam paksa yang diteken Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Johannes van den Bosch. Mereka memberlakukan itu untuk mengisi kembali kas Belanda yang kosong akibat dari Perang Diponegoro (1825-1830) dan Revolusi Belgia (1830).

Saat tanam paksa diberlakukan, orang Indonesia dipaksa menggunakan lahan mereka untuk menanami bibit tanaman dengan berbagai komoditas ekspor untuk diperjualbelikan di pasar internasional. Penjualan tersebut dibawa kembali ke kas Belanda. Sementara itu, orang Indonesia yang lahannya dipakai untuk menanam komoditas seperti tes, tembakau, kopi, dan tebu oleh penjajah tidak mendapatkan keuntungan yang layak. Mereka bahkan merugi karena eksploitasi penjajahan yang Belanda lakukan.

20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya

20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya, memperingati hari lahirnya organisasi Boedi Oetomo. Budi Oetomo lahir dari gagasan Wahidin Soedirohoesodo dan Dr Soetomo yang menginginkan agar dibentuk suatu perkumpulan yang membantu membiayai pendidikan pemuda bumiputra yang pandai, tapi tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Pada 1907, Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa untuk mewujudkan gagasannya tersebut. Dalam perjalanannya, Wahidin singgah di STOVIA dan gagasannya mendapat tanggapan positif dari para siswa. Gagasan Wahidin acap kali dijadikan bahan diskusi para siswa STOVIA, khususnya mengenai pendidikan bagi kaum bumiputra. Diskusi yang semakin intens mendorong para siswa STOVIA tersebut mengadakan pertemuan untuk mendirikan suatu perkumpulan.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada 20 Mei 1908, Soetomo mengemukakan gagasan dan cita-citanya terkait dengan pendirian perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, transpirasi dari gagasan Wahidin sebelumya. Hasil dari pertemuan tersebut yakni berdirinya Budi Oetomo dengan Soetomo menjadi ketuanya. 20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya, menjadi hari yang sangat penting dalam sejarah Indonesia.

Kesimpulan

20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya, merupakan hari yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan lewat peraturan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. 20 Mei dan Kelahiran Semangat Kebangkitan Nasional, ini Sejarah dan Tokoh Cendekiawan di Baliknya, memperingati hari lahirnya organisasi Boedi Oetomo, yang dibentuk oleh Wahidin Soedirohoesodo dan Dr Soetomo. Mereka berjuang untuk memajukan pendidikan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *