PSPK – 19 Mei 2026 | Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar menjadi topik hangat di kalangan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan menguat mulai Juli 2026 seiring dengan meredanya tren permintaan valas musiman.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Selasa melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp 17.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.668 per dolar AS. Pelemahan rupiah seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas 100 dolar AS per barel.
Pandangan Ahli
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, memandang penguatan nilai tukar (kurs) rupiah agar kembali ke level kisaran Rp 16.000 per dolar AS tidak cukup apabila hanya mengandalkan intervensi bank sentral. Menurutnya, upaya ini memerlukan dukungan penguatan fiskal, arus modal asing, ekspor, dan kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik.
Akan tetapi, rupiah masih berpeluang menguat apabila tekanan global mereda dan permintaan valas menurun. Namun untuk kembali stabil di level Rp 16 ribuan dibutuhkan dukungan yang lebih luas. Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan Bank Indonesia.
Proyeksi Rupiah
Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memandang, nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat apabila konversi devisa hasil ekspor dimaksimalkan sehingga eksportir tidak menahan valas di tengah pelemahan rupiah. Ia juga mencatat tekanan terhadap rupiah saat ini bukan berasal dari sektor riil maupun aktivitas ekspor-impor.
Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi arus keluar modal asing jangka pendek (hot money outflow) di pasar keuangan serta faktor musiman seperti transfer dividen dan kebutuhan valas untuk ibadah haji. Myrdal juga menyoroti surplus neraca perdagangan yang justru melebar di tengah pelemahan rupiah. Penguatan dolar AS membuat importir menahan ekspansi sehingga impor menurun dan selisih ekspor-impor semakin besar.
Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar, langkah intervensi moneter agresif dari Bank Indonesia perlu diperkuat mengingat cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk menjaga stabilitas rupiah. Dengan demikian, Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar dapat menjadi kenyataan di masa depan.












