PSPK – 07 Maret 2026 | Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, menutup perjalanan mereka di All England 2026 pada babak perempat final setelah beradu sengit selama hampir 80 menit melawan duo asal China, Guo Xin Wa dan Chen Fang Hui di Utilita Arena, Birmingham, Jumat (6/3/2026).
Rincian Pertandingan
Pertandingan dibuka dengan dominasi pasangan China yang berhasil menutup game pertama 21-17. Amri/Nita sempat tertinggal 3-6, 5-9, bahkan 10-14 sebelum akhirnya menyerah pada skor 17-21. Pada game kedua, Indonesia bangkit dan berhasil menyeimbangkan skor menjadi 1-1 berkat serangan yang lebih terarah, mengamankan kemenangan 21-18.
Game ketiga menjadi pertarungan akhir yang menegangkan. Amri/Nita memulai dengan keunggulan 4-0, namun pasangan China cepat menyesuaikan taktik dan menyamakan kedudukan. Meskipun sempat unggul 10-8, fokus yang menurun menyebabkan mereka kebobolan serangkaian poin, berakhir dengan kekalahan 15-21.
Pernyataan Pemain
Setelah laga, Amri mengakui kehilangan konsentrasi pada fase krusial, “Alhamdulillah bisa bermain cukup baik hari ini, tapi pada akhir‑akhir laga kami kehilangan fokus yang membuat situasinya jadi menyulitkan.” Sementara Nita menambahkan, “Banyak kesalahan pada pengembalian bola dan kurang cepat beradaptasi dengan serangan lawan. Pada poin‑poin akhir kami banyak salah arah.”
Pelajaran dan Optimisme ke Depan
Meskipun terhenti di perempat final, pasangan ini menilai pengalaman melawan lawan kuat sejak babak pertama sebagai modal positif. Kedua pemain berharap dapat memperbaiki skema permainan yang “belum rapi” sebelum berangkat ke Swiss Open 2026 yang akan digelar pekan depan.
Amri menegaskan, “Hal positif ini semoga membawa pengaruh positif juga untuk Swiss Open. Kami bisa mengeluarkan semua hal yang dilatih selama ini, tinggal sedikit diperbaiki untuk lebih rapi dan mengurangi kesalahan sendiri.”
Kegagalan Amri/Nita juga menandai bahwa Indonesia belum memiliki wakil di semifinal All England 2026 pada sektor ganda campuran, menambah tekanan bagi tim nasional untuk bangkit di turnamen berikutnya.
Dengan pengalaman berharga ini, harapan besar tetap menyertai Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menjelang turnamen selanjutnya, mengingat potensi yang masih belum sepenuhnya terealisasi di panggung dunia.












