PSPK – 24 April 2026 | Pertandingan Premier League antara Bournemouth dan Leeds United pada Rabu (22 April 2026) berakhir dengan skor 2-2 setelah drama menit tambahan yang menegangkan. Pertandingan yang berlangsung di Vitality Stadium ini menjadi sorotan karena gol penyeimbang terakhir yang dicetak oleh Sean Longstaff pada menit ke-97, sekaligus menambah tekanan pada Cherries yang masih berjuang untuk mengamankan tempat di zona Champions League.
Babak Pertama yang Sunyi
Sejak peluit pertama, Bournemouth menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, namun kiper Leeds, Karl Darlow, mampu menahan serangan-serangan awal. Kedua tim bermain dengan taktik defensif yang rapi, sehingga babak pertama berakhir tanpa gol (0-0). Penonton yang hadir sebanyak 11.226 orang menyaksikan aksi yang relatif tenang, meski intensitas tekanan tetap tinggi.
Gol Pembuka dan Kegagalan Pertahanan
Pada menit ke-60, Eli Junior Kroupi membuka skor untuk tuan rumah setelah menerima umpan brilian dari bek tengah Marcos Senesi. Bola mengarah ke sudut bawah gawang dan menelan jaringan, memberi Bournemouth keunggulan 1-0. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-68, James Hill melakukan own goal setelah menerima umpan silang panjang; bola memantul di kaki defender dan masuk ke gawang sendiri, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Serangan Balik dan VAR yang Kontroversial
Leeds sempat menambah tekanan melalui Noah Okafor, yang hampir mencetak gol tetapi menyentuh tiang gawang. Di sisi lain, Bournemouth kembali unggul pada menit ke-85 melalui gol Rayan, pemain pengganti Brasil yang memanfaatkan umpan silang Tyler Adams. Gol tersebut tampak mengamankan tiga poin untuk Cherries, namun keputusan VAR kembali mencuri perhatian.
Beberapa keputusan VAR menimbulkan protes dari kedua kubu. Penonton Bournemouth menilai bahwa gol Evanilson yang sempat dianulir karena offside sangat sempit, sementara pendukung Leeds menilai gol mereka yang dicoret karena offside juga terlalu ketat. Kedua keputusan menambah ketegangan di antara suporter.
Gol Penyeimbang di Menit Tambahan
Setelah tambahan waktu enam menit, Sean Longstaff mengambil alih sorotan dengan tendangan voli yang tajam ke sudut kanan gawang pada menit ke-97. Gol tersebut mengembalikan poin bagi Leeds, menjadikannya 2-2 dan menambah total poin mereka menjadi 40, satu langkah lebih dekat menuju zona aman dari degradasi.
Suara Suporter
- Chris (Bournemouth): “Kami menguasai pertandingan, namun VAR menghalangi kami. Seharusnya kami menang 3-0.”
- Terry (Bournemouth): “Penampilan bagus, terutama Jimenez yang tak pernah lelah. VAR menjadi masalah utama.”
- David (Leeds): “Kami tidak pernah menyerah. Longstaff menunjukkan semangat Yorkshire yang tak tergoyahkan.”
- Jim (Leeds): “Pertandingan sengit, namun taktik Farke membuat kami terus berjuang sampai akhir.”
Implikasi Klasemen
Dengan hasil imbang ini, Bournemouth tetap berada di posisi ketujuh dengan selisih satu poin dari Brighton di peringkat keenam, masih dalam perburuan tiket Liga Champions. Sementara Leeds naik ke posisi kelima belas, melaju sembilan poin di atas Tottenham yang kini berada di zona degradasi terakhir. Kedua tim kini harus mengoptimalkan sisa pertandingan untuk mencapai tujuan masing‑masing.
Pernyataan Pelatih
Andoni Iraola (Bournemouth) mengakui kekecewaan atas keputusan VAR, namun menegaskan bahwa timnya harus tetap fokus pada pertandingan berikutnya. “Kami kehilangan dua poin karena detail teknis yang sangat kecil, namun kami akan bangkit.” Sementara Daniel Farke (Leeds) menilai kemenangan moral: “Kami berada pada 40 poin dan sudah tujuh laga tak terkalahkan. Kami akan terus berjuang sampai akhir musim.”
Drama menit akhir Bournemouth vs Leeds ini mencerminkan betapa ketatnya persaingan Premier League, di mana satu gol di menit tambahan dapat mengubah nasib dua klub sekaligus. Kedua suporter meninggalkan stadion dengan perasaan campur aduk, namun satu hal pasti: pertarungan untuk tempat di zona Eropa dan zona aman masih jauh dari selesai.












