PSPK – 06 Mei 2026 | Insiden penyerangan terhadap wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, telah menimbulkan kehebohan. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 31 dari 69 wisatawan tersebut dinyatakan positif narkoba.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menyampaikan bahwa pemeriksaan urine dilakukan sebagai upaya lanjutan pascakejadian penyerangan. Hasilnya menunjukkan bahwa 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya.
Insiden penyerangan tersebut terjadi pada Selasa (5/5) dini hari, saat wisatawan tengah menginap di sekitar lokasi. Akibatnya, enam unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan dan enam orang pengunjung mengalami luka-luka.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku. Sementara itu, 31 orang yang positif narkoba tersebut masih ditangani Satresnarkoba Polres Malang bersama BNN Kabupaten Malang.
Koordinasi dengan BNN dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, 38 orang lainnya yang tidak terindikasi narkoba telah dipulangkan menggunakan bus dari BPBD Kota Surabaya.
Penanganan akan dilakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria. Polisi tetap mendalami kasus utama dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus penyerangan dan perusakan di Pantai Wediawu telah menjadi sorotan masyarakat. Banyak pihak yang menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diadili.
Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di daerah wisata. Apakah langkah-langkah keamanan yang dilakukan oleh pihak berwenang sudah cukup?
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan masyarakat menantikan hasilnya. Semoga dengan penanganan yang tepat, kejadian serupa tidak akan terulang lagi di masa depan.
Dalam beberapa hari ke depan, diharapkan polisi dapat menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik penyerangan tersebut. Masyarakat juga diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban di daerah wisata.












