PSPK – 18 April 2026 | Washington – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menjelaskan bahwa pergerakan yen belakangan ini terutama disebabkan oleh aktivitas spekulatif di pasar valuta asing. Pernyataan itu disampaikan setelah ia kembali dari pertemuan internasional IMF, G7, dan G20.
Katayama menanggapi pertanyaan tentang penguatan yen setelah Iran mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz, sebuah langkah yang memicu penurunan dolar terhadap sejumlah mata uang safe‑haven, termasuk yen.
Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar yen tercatat sebagai berikut:
| Tanggal | USD/JPY |
|---|---|
| 2024‑04‑12 | 160,00 |
| 2024‑04‑13 | 158,18 |
| 2024‑04‑14 | 159,45 |
Kelemahan yen menjadi tantangan bagi pembuat kebijakan Jepang karena meningkatkan biaya impor dan menambah tekanan inflasi. Pemerintah, termasuk Katayama, telah memperingatkan pasar tentang risiko penurunan tajam yen dan menyatakan kesiapan untuk intervensi bila diperlukan.
Selain itu, Jepang dan Amerika Serikat sepakat memperkuat komunikasi mengenai kebijakan nilai tukar setelah pertemuan Katayama dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Upaya bersama ini diharapkan dapat menekan spekulasi berlebihan dan menstabilkan pasar.












