PSPK – 17 April 2026 | IPB University menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Hainan University, Tiongkok, untuk memperkuat kerja sama di bidang riset, inovasi, dan pendidikan tinggi yang berfokus pada isu-isu strategis kawasan tropis, termasuk ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengembangan sumber daya manusia.
Ernan Rustiadi, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya universitas memperluas jaringan global serta meningkatkan dampak riset. Ia menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin untuk menghasilkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat.
Prof. Qiu Xiguang, Wakil Presiden Hainan University, menambahkan bahwa universitasnya, yang termasuk dalam program Double First‑Class, berkomitmen menyediakan platform kolaboratif yang berkelanjutan, saling melengkapi keunggulan, dan menciptakan perkembangan bersama.
Kedua institusi akan mengkonsentrasikan riset pada komoditas tropis utama seperti pisang, nanas, singkong, dan kedelai, serta melakukan kajian intensif mengenai dampak fenomena El Nino, yang sering disebut “El Nino Godzilla”, terhadap produksi pertanian dan ketahanan pangan.
Iskandar Z. Siregar, Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni IPB, menekankan perlunya integrasi ilmu pengetahuan untuk memprediksi dan mengantisipasi risiko iklim. Ia menyoroti bahwa kolaborasi ini akan mencakup program pendidikan bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta skema joint double degree yang melibatkan industri terkait.
- Pengembangan platform riset bersama
- Program pertukaran mahasiswa dan dosen
- Joint double degree dalam bidang pertanian, kelautan, dan lingkungan
- Kolaborasi dengan sektor industri untuk inovasi produk
Dengan peringkat 48 dunia untuk bidang Agriculture & Forestry pada QS World University Rankings 2026, IPB berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi nyata terhadap tantangan tropis yang dihadapi Indonesia dan wilayah Hainan.












