Project Seru Penuh Kejutan

Doa Qunut Tarawih Malam ke-15 Ramadan 2026: Jadwal, Bacaan, dan Keutamaannya

March 5, 2026 • 0 Views
Doa Qunut Tarawih Malam ke-15 Ramadan 2026: Jadwal, Bacaan, dan Keutamaannya
Doa Qunut Tarawih Malam ke-15 Ramadan 2026: Jadwal, Bacaan, dan Keutamaannya

PSPK – 05 Maret 2026 | Jumat, 5 Maret 2026 – Menjelang pertengahan Ramadan 1447 H, umat Muslim di Indonesia semakin intensif dalam melaksanakan ibadah malam. Salah satu amalan yang mendapat sorotan khusus adalah doa Qunut yang dibaca pada shalat Tarawih atau Witir, terutama pada malam ke-15 Ramadan. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan tanggal resmi Ramadan 2026, sehingga para jamaah dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan Qunut mulai 5 Maret 2026, selaras dengan perhitungan malam pertama pada 19 Februari 2026.

Jadwal Resmi Doa Qunut pada Ramadan 2026

Menurut data yang dirilis oleh Kemenag, doa Qunut tidak dibaca pada seluruh malam Ramadan, melainkan dimulai pada separuh kedua bulan, yaitu sejak 16 Ramadan. Karena hari dalam Hijriah dihitung sejak Maghrib, Qunut pertama kali dibacakan pada 5 Maret 2026, tepat sebelum masuk malam ke-16. Praktiknya, imam membacakan doa Qunut setelah rukuk pada rakaat terakhir shalat Witir, yang biasanya dilakukan setelah shalat Tarawih selesai.

  • Tanggal Mulai Qunut: 5 Maret 2026 (malam ke-16 Hijriah)
  • Waktu Pelaksanaan: Setelah rukuk pada rakaat terakhir shalat Witir
  • Lokasi: Masjid-masjid seluruh Indonesia, baik berjamaah maupun pribadi

Keutamaan Malam ke-15 Ramadan

Malam ke-15 Ramadan dipandang sebagai fase refleksi spiritual. Menurut ulama, pada malam ini malaikat penyangga ‘Arsy dan para malaikat penjaga Kursi Allah turun untuk memohonkan ampunan bagi umat yang melaksanakan shalat Tarawih. Keutamaan ini diungkapkan dalam kitab klasik Durratun Nasihin, yang menyebutkan bahwa pada malam kelima belas para malaikat “meminta ampunan untuk mereka”.

Selain itu, Kemenag RI menekankan pentingnya memperbanyak doa pada malam ke-15. Doa yang dianjurkan mencakup permohonan ampun, petunjuk, dan keberkahan, serupa dengan teks Qunut yang dibacakan pada Witir. Berikut teks lengkapnya dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia:

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ ... (lanjutan teks)

Terjemahan: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau tunjukkan, berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau karuniakan, peliharalah kami sebagaimana orang yang Engkau pelihara, …”.

Perbedaan Pendapat Mazhab tentang Qunut Tarawih

Dalam mazhab Syafi’i, Qunut pada Tarawih atau Witir dianggap sunnah muakkad pada separuh akhir Ramadan. Imam Nawawi menegaskan bahwa Qunut disunnahkan pada periode ini, mengacu pada praktik Umar bin Khattab yang memimpin shalat Tarawih berjamaah dan hanya menambahkan Qunut pada separuh kedua Ramadan.

Mahazab Hanafi memiliki pandangan sedikit berbeda, menyebutkan bahwa Qunut pada Tarawih bersifat mustahab (disarankan) namun bukan rukun wajib. Jika tidak dibaca, shalat tetap sah. Perbedaan ini tidak memengaruhi pelaksanaan umum, karena mayoritas masjid di Indonesia mengikuti praktik Syafi’i yang dominan.

Bagaimana Cara Membaca Qunut yang Benar?

Imam biasanya membacakan Qunut dengan suara lantang setelah rukuk, sementara makmum mengucapkan “Aamiin” di sela‑sela kalimat doa. Berikut langkah‑langkah singkat:

  1. Setelah rukuk pada rakaat terakhir, berdiri kembali (qa‘dah).
  2. Imam mengangkat tangan, mengucapkan doa Qunut sesuai teks.
  3. Makmum mendengarkan dan mengucapkan “Aamiin” pada akhir setiap kalimat.
  4. Imam melanjutkan ke sujud, kemudian mengakhiri shalat.

Reaksi Jamaah dan Dampak Sosial

Survei singkat yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Islam (LKI) menunjukkan bahwa lebih dari 78 % jamaah di kota‑kota besar merasakan peningkatan kekhusyukan pada malam ke-15 setelah melaksanakan Qunut. Aktivitas sosial seperti sedekah, tadarus Al‑Qur’an, dan zakat fitrah juga meningkat, mencerminkan semangat Ramadan yang lebih hidup.

Para tokoh agama menekankan bahwa Qunut bukan sekadar ritual, melainkan sarana menguatkan ikatan batin dengan Allah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Seorang kiai menuturkan, “Doa Qunut pada malam ke‑15 menegaskan komitmen kita untuk memperbaiki diri sekaligus memperhatikan sesama.”

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, umat diharapkan dapat menyiapkan hati dan pikiran untuk melaksanakan Qunut secara khusyuk, memanfaatkan keutamaan malam ke‑15, dan mengoptimalkan pahala Tarawih hingga akhir Ramadan.

Semoga ibadah Qunut pada Tarawih dan Witir menjadi momentum spiritual yang membawa keberkahan, ampunan, serta peningkatan kualitas keimanan bagi seluruh umat Islam di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *