PSPK – 09 April 2026 | Masjid Al‑Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur resmi dibuka kembali pada pagi hari Kamis, 9 April 2026, menyambut ratusan jemaah Muslim Palestina yang menunggu sejak penutupan selama empat puluh hari.
Penutupan dimulai pada 28 Februari 2026 setelah Israel menutup akses ke kompleks Al‑Haram al‑Sharif menyusul operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat yang ditujukan kepada Iran. Selama periode tersebut, hanya staf masjid dan pejabat Wakaf Islam Yerusalem yang diizinkan masuk, sementara warga Palestina lainnya dipaksa beribadah di masjid‑masjid kecil di sekitar kota.
Ketika pintu utama dibuka pada fajar, terdengar azan Subuh yang memicu ribuan jamaah meneteskan air mata, bersujud, dan berbaris untuk melaksanakan salat Subuh. Ini menjadi ibadah berjamaah pertama di Al‑Aqsa sejak penutupan.
Pemerintah Israel memperpanjang status darurat hingga pertengahan April tanpa memberi kepastian apakah akses akan kembali dibatasi. Selain menutup Al‑Aqsa, otoritas Israel juga menutup Gereja Makam Kudus selama periode yang sama dan melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di situs suci tersebut.
Berikut rangkaian peristiwa penting terkait penutupan dan pembukaan kembali Masjid Al‑Aqsa:
- 28 Februari 2026 – Israel menutup seluruh akses ke Al‑Aqsa setelah operasi militer bersama AS melawan Iran.
- 6 April 2026 – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben‑Gvir, mengunjungi kompleks yang masih ditutup.
- 9 April 2026 – Pintu Masjid Al‑Aqsa dibuka kembali pada fajar, ribuan jamaah melaksanakan salat Subuh.
Reaksi internasional beragam. Beberapa negara, termasuk Turki dan Indonesia, menyerukan Israel untuk mengembalikan akses bebas ke situs suci tersebut. Di sisi lain, Israel menegaskan langkah penutupan sebagai bagian dari kebijakan keamanan nasional.
Kondisi ini menandai peningkatan ketegangan di Yerusalem Timur, yang telah menjadi titik fokus perselisihan sejak pendudukan Israel pada tahun 1967. Penutupan pertama atas salat Idul Fitri di Al‑Aqsa menambah daftar pembatasan religius yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Meski situasi tetap tegang, pembukaan kembali Masjid Al‑Aqsa memberikan harapan bagi komunitas Muslim setempat untuk kembali menjalankan ibadah secara normal, sekaligus menjadi simbol ketahanan spiritual di tengah konflik yang berkelanjutan.












