PSPK – 08 April 2026 | Jakarta – Mengajarkan balita berbicara tidak selalu memerlukan metode rumit atau alat mahal. Momen‑momen sederhana dalam rutinitas harian dapat menjadi sarana belajar yang efektif dan menyenangkan.
Manfaatkan Waktu Makan untuk Berbincang
Waktu makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan kosakata baru seperti nama makanan, peralatan makan, atau tindakan yang sedang dilakukan. Suasana santai membantu anak meniru kata‑kata yang didengar.
- Menyebutkan nama makanan secara jelas sambil menunjuk.
- Menanyakan “Di mana …?” dengan gerakan dramatis untuk mengajak anak meniru.
- Menggunakan suara dan ekspresi wajah untuk menekankan kata.
Pahami Bahasa Tubuh sebagai Bentuk Komunikasi
Balita belum selalu dapat mengungkapkan perasaan dengan kata, sehingga ekspresi wajah, gerakan, bahkan tantrum menjadi bahasa mereka. Mengamati sinyal tersebut memungkinkan orang tua merespons dengan tepat.
- Perhatikan ekspresi wajah dan postur tubuh.
- Turun ke level mata anak untuk menenangkan situasi.
- Ajarkan isyarat atau kata sederhana untuk mengungkapkan emosi seperti marah atau sedih.
- Catat kata atau frasa baru dan integrasikan ke dalam kegiatan harian.
Dengan pendekatan santai dan konsisten, kemampuan berbicara anak dapat berkembang lebih cepat, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.












