Project Seru Penuh Kejutan

Astronaut NASA Artemis 2 Luncurkan Misi Mengelilingi Bulan

April 4, 2026 • 0 Views
Astronaut NASA Artemis 2 Luncurkan Misi Mengelilingi Bulan
Astronaut NASA Artemis 2 Luncurkan Misi Mengelilingi Bulan

PSPK – 04 April 2026 | Houston, Texas – Pada malam Kamis, 2 April 2024, empat astronot NASA meluncur menuju Bulan dalam misi Artemis 2 setelah roket Space Launch System (SLS) memicu mesin utama kapsul Orion.

Roket SLS berwarna oranye‑putih meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, dan dalam enam menit pertama menampilkan apa yang disebut NASA sebagai “penyaluran sempurna”.

  • Jeremy Hansen (Kanada)
  • Christina Koch (Amerika Serikat)
  • Victor Glover (Amerika Serikat)
  • Reid Wiseman (Amerika Serikat)

Setelah menembus atmosfer, kapsul Orion memasuki orbit Bumi dan kemudian menempuh lintasan “free return” yang memanfaatkan gravitasi Bulan untuk meluncur mengelilinginya tanpa penggunaan mesin tambahan. Selama 10 hari, kru melakukan pemeriksaan sistem, mengatasi masalah teknis seperti komunikasi dan toilet, serta menjalankan latihan kebugaran harian selama 30 menit untuk mengurangi kehilangan otot dan tulang.

Para astronot menyatakan kekaguman mereka pada pemandangan Bumi yang bersinar terang di siang hari dan cahaya Bulan yang memukau di malam hari. Christina Koch menambahkan, “Tidak ada yang dapat mempersiapkan Anda untuk keindahan itu.”

Hari Kegiatan
0 Peluncuran dari Kennedy Space Center
1‑2 Masuk orbit Bumi, persiapan navigasi
3‑4 Flyby Bulan, pengambilan gambar dan data
5‑9 Perjalanan kembali ke Bumi, pemeriksaan sistem
10 Pendaratan di Samudra Pasifik

Misi ini menjadi batu loncatan bagi rencana pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2028 dan menandai pencapaian historis dengan mengirimkan perempuan pertama, orang kulit berwarna pertama, serta astronot non‑Amerika pertama dalam misi berawak ke Bulan. Jika berhasil, kru akan mencetak rekor menjelajah jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai manusia.

NASA menekankan bahwa Artemis 2 adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun pangkalan permanen di Bulan, sekaligus menanggapi persaingan eksplorasi luar angkasa dengan negara lain, termasuk Tiongkok yang menargetkan pendaratan manusia pada tahun 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *