Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Sofyan Tan: Tingkatkan Kesejahteraan dengan Mengubah Sampah Menjadi Sumber Nilai

April 3, 2026 • 0 Views
Sofyan Tan: Tingkatkan Kesejahteraan dengan Mengubah Sampah Menjadi Sumber Nilai
Sofyan Tan: Tingkatkan Kesejahteraan dengan Mengubah Sampah Menjadi Sumber Nilai

PSPK – 03 April 2026 | Medan, 1 April 2026 – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menegaskan bahwa sampah tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Pada Bimbingan Teknis Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik yang diselenggarakan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional di Four Points by Sheraton Medan, ia menyoroti potensi ekonomi dan kesehatan yang tersembunyi di balik tumpukan limbah.

Sofyan Tan menjelaskan bahwa sampah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama:

  • Organik: sisa makanan, daun, rumput, dan bahan biodegradable lainnya.
  • Anorganik: plastik, logam, kaca, serta material yang dapat didaur ulang.
  • Bahan berbahaya beracun (B3): limbah kimia, medis, dan bahan beracun lainnya.

Di antara ketiganya, sampah organik memiliki peluang terbesar untuk diolah kembali menjadi produk bernilai, terutama pupuk kompos. Penggunaan pupuk organik menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Mengurangi biaya produksi pertanian hingga 60 persen dibandingkan pupuk kimia.
  • Menjaga kesehatan tanah dan mengurangi risiko kontaminasi bahan kimia pada makanan.
  • Memberikan manfaat kesehatan bagi petani dan konsumen karena tidak mengandung residu kimia berbahaya.

Sofyan Tan mencontohkan keberhasilan petani kopi di Takengon, Aceh, yang beralih ke pertanian organik. Kini mereka menghasilkan kopi dengan standar ekspor sekaligus melestarikan hutan sekitar, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga lingkungan.

Ia juga memperingatkan bahaya penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Selain menambah beban biaya produksi, paparan bahan kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan memaksa petani terjerat hutang hanya untuk membeli pupuk.

Sebagai solusi, Sofyan Tan mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos. Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat diikuti:

  1. Kumpulkan sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan dedaunan dalam wadah tertutup.
  2. Campurkan dengan bahan kering seperti sekam atau daun kering untuk menjaga keseimbangan kelembaban.
  3. Balik secara berkala setiap 7-10 hari untuk mempercepat proses penguraian.
  4. Setelah 2-3 bulan, kompos siap dipakai sebagai pupuk organik bagi tanaman kebun atau pekarangan.

Dengan melakukan langkah kecil ini secara luas, dampaknya akan terasa besar bagi kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *