Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Bakteri Laut Ternyata Bisa ‘Makan’ Plastik Ramah Lingkungan, Intip Prosesnya!

March 18, 2026 • 0 Views
Bakteri Laut Ternyata Bisa ‘Makan’ Plastik Ramah Lingkungan, Intip Prosesnya!
Bakteri Laut Ternyata Bisa ‘Makan’ Plastik Ramah Lingkungan, Intip Prosesnya!

PSPK – 18 Maret 2026 | Masalah sampah plastik semakin mengkhawatirkan, mulai dari dasar laut hingga daratan. Upaya mengurangi dampak tersebut melibatkan pengembangan plastik yang dapat terurai secara alami, namun kecepatan dan mekanisme penguraian masih menjadi pertanyaan.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh mahasiswa PhD Marc Foster dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkap peran bakteri laut dalam mengurai plastik biodegradable. Tim menemukan bahwa bakteri tidak bekerja secara individual, melainkan berkolaborasi layaknya sebuah tim dengan tugas masing-masing.

Proses dimulai ketika perusahaan kimia BASF menenggelamkan sampel plastik biodegradable ke kedalaman Laut Mediterania untuk membiakkan bakteri secara alami. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium MIT, di mana para ilmuwan mengidentifikasi 30 spesies bakteri yang tumbuh pada permukaan plastik.

Dari 30 spesies tersebut, satu bakteri bernama Pseudomonas pachastrellae memiliki kemampuan memecah plastik menjadi tiga senyawa kimia utama: asam tereftalat (TPA), asam sebakat, dan butanediol. Namun, bakteri ini tidak dapat memetabolisme ketiga senyawa tersebut secara lengkap.

Peneliti selanjutnya menguji spesies lain dan menemukan bahwa masing‑masing dapat “memakan” satu atau dua senyawa hasil pemecahan, tetapi tidak semua sekaligus. Dengan menggabungkan lima spesies bakteri yang saling melengkapi, tim menciptakan sebuah konsorsium mikroba yang mampu mengurai plastik hingga tuntas dengan efisiensi setara komunitas 30 spesies sebelumnya.

  • Jika satu bakteri dihilangkan, kecepatan penguraian menurun drastis.
  • Konsorsium lima bakteri hanya efektif pada satu jenis plastik biodegradable tertentu.

Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran bakteri spesifik di lingkungan tertentu menentukan jenis plastik yang dapat terurai dan laju prosesnya. Dengan memahami “pembagian tugas” antar bakteri, ilmuwan berharap dapat merancang plastik yang lebih mudah terurai serta mengembangkan sistem daur ulang berbasis mikroba yang mengubah limbah plastik menjadi bahan berguna.

Penelitian ini masih berada pada tahap awal dan bakteri yang dipelajari kemungkinan besar hanya ditemukan di perairan Mediterania. Namun, dukungan dari MIT Climate and Sustainability Consortium, BASF, serta program beasiswa ilmiah pemerintah Amerika Serikat membuka peluang untuk memperluas aplikasi teknologi ini di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *