PSPK – 04 Maret 2026 | Tokyo – Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan penggunaan sebuah pulau tak berpenghuni di Samudra Pasifik sebagai lokasi akhir pembuangan limbah nuklir. Pulau yang dimaksud adalah Minamitorishima, sebuah pulau kecil seluas sekitar 1,5 km² yang terletak hampir 2.000 km sebelah timur Tokyo.
Menurut Menteri Perindustrian Ryosei Akazawa, Minamitorishima memiliki beberapa daratan yang belum dieksplorasi dan memiliki karakteristik ilmiah yang menguntungkan untuk pembangunan fasilitas penyimpanan geologi. Pemerintah berencana melakukan survei pendahuluan—bagian pertama dari tiga tahap—untuk menilai kondisi lahan serta aktivitas vulkanik pulau tersebut.
- Lokasi terpencil dan tidak berpenghuni, sehingga minim dampak sosial.
- Berbentuk segitiga dengan atol karang, memberikan perlindungan alami terhadap gelombang laut.
- Kondisi geologi yang potensial untuk menimbun limbah pada kedalaman sekitar 400 meter, menyerupai model fasilitas Onkalo di Finlandia.
Inisiatif ini muncul setelah Jepang kembali mengaktifkan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia di Niigata tengah pada Januari 2024, menandai langkah pertama sejak bencana Fukushima 2011. Pemerintah juga telah melakukan penyelidikan serupa di tiga lokasi lain di pulau-pulau berpenduduk padat seperti Hokkaido dan Kyushu, namun Minamitorishima menjadi kandidat utama karena sifatnya yang tidak dapat diakses oleh wisatawan.
Jika disetujui, proyek ini akan menjadi upaya pertama Jepang dalam mengembangkan tempat penyimpanan limbah nuklir jangka panjang di luar daratan utama, meniru contoh Finlandia yang telah membangun fasilitas Onkalo sebagai tempat isolasi limbah selama ribuan tahun.
Informasi selengkapnya dapat dilihat di sumber berita.












