PSPK – 15 Juni 2026 | London – Pada Minggu, 14 Juni 2026, Donna Vekic menorehkan sebuah babak baru dalam sejarah tenis wanita dengan mengangkat trofi WTA 500 pertama dalam kariernya di Queens Club, sebuah arena yang secara tradisional menjadi tuan rumah turnamen tenis pria namun baru tahun lalu dibuka untuk kompetisi putri.
Vekic, berusia 29 tahun, menaklukkan petenis asal Inggris, Emma Raducanu, dalam dua set langsung dengan skor 6-0, 7-6(6). Kemenangan tersebut bukan hanya menandai gelar pertamanya pada level WTA 500, melainkan juga menjadikannya lucky loser keenam yang pernah menjuarai turnamen WTA dan lucky loser pertama yang menaklukkan ajang berkelas 500 atau lebih tinggi.
Turnamen Queens Club 2026, yang diselenggarakan di Andy Murray Arena, menjadi sorotan dunia tenis karena kebijakan inklusif yang memperbolehkan petenis putri bermain di venue ikonik yang selama lebih dari satu abad hanya melayani kompetisi pria. Kebijakan ini, yang diusulkan oleh Asosiasi Tenis Inggris (LTA) dan didukung oleh WTA, bertujuan memperluas basis penonton dan meningkatkan kesetaraan gender dalam olahraga elit.
Awal pertandingan menunjukkan dominasi Vekic yang luar biasa. Ia memanfaatkan layanan pertama yang kuat, mengumpulkan tujuh game beruntun tanpa memberi kesempatan pada Raducanu untuk mengembalikan bola. Pada set pertama, Vekic tidak hanya mengamankan semua poin servis, namun juga menekan balik servis lawan dengan forehand yang tajam, memaksa Raducanu melakukan kesalahan tidak dipaksa.
Set kedua menjadi lebih dramatis. Raducanu, yang mendapat dukungan sorak sorai penonton lokal, berhasil memulihkan performa dengan memecah servis Vekic pada poin ke-5, mengubah skor menjadi 2-5. Meskipun sempat menekan, Vekic kembali mengendalikan permainan dengan variasi pukulan slice backhand yang menurunkan kecepatan bola, memaksa Raducanu melakukan kesalahan pada dua titik berurutan, sehingga menutup set pada 6-5 dan memaksa tie‑break.
Dalam tie‑break, Vekic menunjukkan ketenangan mental yang jarang terlihat pada pemain yang awalnya tereliminasi di babak kualifikasi. Ia mencetak poin-poin penting pada 2‑0, 4‑2, dan akhirnya menutup tie‑break 8‑6, mengunci kemenangan dengan total skor 6‑0, 7‑6(6).
Berikut ini ringkasan statistik utama pertandingan:
| Set | Skor Vekic | Skor Raducanu |
|---|---|---|
| 1 | 6 | 0 |
| 2 | 7 (8) | 6 (7) |
Statistik tambahan menunjukkan bahwa Vekic menghasilkan 42 pukulan winner dibandingkan 18 milik Raducanu, serta mencatat 23 break point yang berhasil dikonversi, sementara Raducanu hanya berhasil mengonversi 4 dari 12 break point yang dimilikinya. Persentase pertama servis Vekic berada pada 78%, jauh di atas rata‑rata turnamen WTA 500 yang biasanya berada di kisaran 65%.
Keberhasilan Vekic tidak lepas dari perjalanan uniknya menuju main draw. Setelah gagal meloloskan diri di babak kualifikasi, ia masuk sebagai lucky loser menggantikan pemain yang mengundurkan diri karena cedera. Kejadian ini menambah narasi dramatis, mengingat hanya lima pemain sebelumnya yang berhasil menjuarai turnamen WTA sebagai lucky loser, dan tidak ada satupun yang melakukannya pada level 500.
Setelah menerima trofi, Vekic mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada penyelenggara turnamen dan LTA yang memberi kesempatan bagi petenis putri bermain di Queens Club. “Saya sangat bersyukur karena sejak tahun lalu kami mendapat kesempatan bermain di sini. Kami benar‑benar menikmati pengalaman tersebut,” kata Vekic dalam konferensi pers singkat.
Prestasi ini memiliki implikasi yang lebih luas bagi tenis wanita, khususnya di wilayah Eropa Tengah. Vekic, yang merupakan petenis teratas Kroasia, kini berada di peringkat dunia 12, naik tiga posisi setelah kemenangan ini. Peningkatan peringkat tersebut membuka peluang masuk otomatis ke turnamen Grand Slam berikutnya, termasuk Wimbledon yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Secara ekonomi, keberhasilan Vekic dapat meningkatkan minat sponsor terhadap petenis asal negara-negara kecil dengan potensi pasar yang belum tergarap. Beberapa merek sport internasional telah menyatakan minat untuk menjalin kerjasama jangka panjang dengan Vekic, mengingat profilnya yang sedang naik daun.
Di sisi lain, kegagalan Raducanu untuk menambah koleksi trofi menambah tekanan pada timnya, mengingat ia belum memenangkan gelar sejak US Open 2021. Analisis media Inggris menilai bahwa tekanan mental serta perubahan pelatih yang terjadi pada akhir 2025 menjadi faktor utama penurunan performa Raducanu.
Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari turnamen ini:
- Donna Vekic menjadi lucky loser pertama yang menjuarai turnamen WTA 500.
- Kemenangan ini menandai gelar pertama Vekic di level 500 setelah dua tahun tanpa trofi.
- Queens Club membuka pintu bagi kompetisi putri, menandai langkah signifikan dalam kesetaraan gender di tenis.
- Penampilan Raducanu menunjukkan potensi kembali ke puncak, meski belum berhasil mengamankan gelar.
- Peningkatan peringkat Vekic berpotensi memicu minat sponsor baru bagi tenis Kroasia.
Dampak jangka pendek terlihat pada sorotan media yang kini lebih memusatkan perhatian pada peran lucky loser dalam turnamen utama, sekaligus meningkatkan rating penonton Queens Club yang melampaui 2,3 juta penonton secara global melalui siaran TV dan platform streaming. Jangka menengah, keberhasilan Vekic dapat memotivasi pemain lain yang berada di posisi borderline untuk terus berjuang, mengetahui bahwa peluang masuk sebagai lucky loser tetap membuka jalan menuju gelar besar.
Pihak penyelenggara turnamen, WTA, dan LTA telah menyatakan akan menjajaki kemungkinan memperluas kategori turnamen serupa di venue bersejarah lainnya, dengan harapan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan menarik sponsor baru. Jika tren ini terus berlanjut, tenis wanita dapat mengalami peningkatan pendapatan hingga 12% dalam lima tahun ke depan, menurut proyeksi analis industri olahraga.
Dengan menutup turnamen di tengah sorakan penonton, Vekic tidak hanya menambah lembaran bersejarah bagi dirinya, tetapi juga memberi contoh kuat bahwa ketekunan, peluang kedua, dan dukungan institusional dapat menghasilkan prestasi luar biasa dalam dunia olahraga profesional.












