PSPK – 16 Mei 2026 | Top 10 Jenis Pohon Pelindung Jakarta 2024, Tabebuya Mendominasi menjadi sorotan utama dalam upaya penghijauan ibu kota. Pemerintah DKI Jakarta mencatat total 20.159 pohon pelindung pada tahun 2024, meningkat 11,22% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan Tabebuya menyumbang hampir satu seperempat total tanaman.
Statistik Pohon Pelindung di Jakarta 2024
Data resmi menunjukkan distribusi geografis yang tidak merata. Jakarta Barat memimpin dengan 8.127 pohon, diikuti oleh Jakarta Timur (4.993), Jakarta Selatan (3.483), Jakarta Utara (2.677), dan Jakarta Pusat (879). Pertumbuhan ini sejalan dengan kebijakan ruang terbuka hijau (RTH) yang mengharuskan minimal 30% luas wilayah kota menjadi hijau.
Tabebuya: Raja di Antara Top 10 Jenis Pohon Pelindung
Tabebuya menempati posisi pertama dengan 4.963 pohon. Keunggulannya terletak pada kemampuan beradaptasi terhadap iklim tropis, pertumbuhan cepat, dan variasi warna bunga yang menarik—kuning, merah muda, hingga merah tua. Keindahan visual sekaligus fungsi peneduh menjadikan Tabebuya pilihan utama bagi perencana kota.
Jenis Pohon Lain yang Masuk Top 10
- Mahoni (Swietenia mahagoni) – 4.092 pohon, daun lebat menambah densitas kanopi.
- Buttercup – 1.075 pohon, bunga kuning cerah menghiasi trotoar.
- Mangga – 656 pohon, memberikan buah dan naungan.
- Pulai – 514 pohon, dikenal kuat terhadap polusi udara.
- Rohelia – sejumlah kecil, menambah keragaman flora.
- Bungur – menambah nilai estetika dengan bunga merah.
- Spathodea – bunga oranye mencolok, populer di taman kota.
- Jenis lokal lainnya – meliputi variasi pohon kecil yang mendukung ekosistem mikro.
Manfaat Ekologis dan Sosial
Pohon pelindung berperan ganda: menyerap polutan, menurunkan suhu permukaan, serta menyediakan ruang teduh bagi pejalan kaki. Penelitian menunjukkan penurunan suhu jalanan hingga 2°C di area dengan konsentrasi tinggi Tabebuya dan Mahoni. Selain itu, kanopi hijau meningkatkan kualitas udara dengan menyerap partikel PM2,5 dan CO2.
Implementasi Kebijakan RTH
Pasal 29 ayat (2) UU No.26/2007 menegaskan kewajiban kota memiliki 30% RTH, dengan rincian 20% publik dan 10% privat. Upaya penanaman Tabebuya dan spesies lain menjadi bagian integral dari program revitalisasi trotoar dan taman kota. Pemerintah juga mendorong partisipasi warga melalui program penanaman pohon di lahan privat.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski angka pertumbuhan positif, tantangan tetap ada. Kepadatan penduduk, lahan terbatas, dan perubahan iklim menuntut pemilihan spesies yang tahan terhadap suhu ekstrem. Tabebuya, dengan toleransi tinggi terhadap panas, diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama hingga 2030.
Secara keseluruhan, Top 10 Jenis Pohon Pelindung Jakarta 2024, Tabebuya Mendominasi mencerminkan komitmen kota dalam memperbaiki kualitas hidup melalui hijau kota. Dengan dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, dan pemilihan spesies yang tepat, harapan akan tercapainya target RTH 30% semakin realistis.










