PSPK – 12 Mei 2026 | Baru-baru ini mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengungkapkan sebuah episode yang jarang terdengar publik: hampirnya Vinicius Junior menandatangani kontrak dengan klub Catalan sebelum akhirnya berlabuh ke rival abadi, Real Madrid. Pengakuan Bartomeu ini menambah lapisan baru pada sejarah transfer La Liga yang selalu dipenuhi intrik.
Vinicius Junior, winger berbakat asal Brasil, memulai karier profesionalnya di Flamengo sebelum pindah ke Spanyol pada usia 16 tahun. Sejak debutnya bersama Real Madrid pada musim 2018/2019, ia telah mengumpulkan dua trofi Liga Champions, tiga gelar La Liga, dan mencetak lebih dari 120 gol. Performanya yang konsisten menjadikannya salah satu talenta paling berharga di dunia sepak bola.
Menurut Bartomeu, proses perekrutan Vinicius Junior sudah berada pada tahap awal ketika klubnya menyiapkan tawaran. “Vinicius memang masuk dalam radar klub. Kami sudah berbicara dengan keluarganya, agennya, dan bahkan sudah ada kesepakatan awal,” ujarnya dalam wawancara dengan ESPN Deportes, dikutip oleh Sport Illustrated pada 11 Mei 2026. Bartomeu menambahkan bahwa Barcelona telah menyiapkan paket finansial yang kompetitif, bahkan mengklaim bahwa tawaran awal mereka lebih tinggi dibandingkan Real Madrid.
Namun, tawaran Real Madrid yang datang tak lama setelahnya mengubah dinamika negosiasi. Klub ibukota Spanyol menawarkan paket yang tidak hanya lebih menggiurkan secara finansial, tetapi juga menjanjikan peran utama dalam skuad utama. “Madrid kemungkinan memberikan tawaran yang lebih menarik daripada Barca dan akhirnya berhasil memboyong Vinicius,” tambah Bartomeu. Pada akhirnya, Vinicius menandatangani kontrak senilai €46 juta dengan Real Madrid, sebuah keputusan yang kemudian terbukti mengukir sejarah baru bagi Los Blancos.
Keputusan tersebut memiliki dampak signifikan bagi Barcelona. Musim 2025/2026, Barcelona berhasil meraih gelar La Liga, namun kekosongan di posisi sayap kanan menjadi salah satu faktor yang menahan performa tim di kompetisi Eropa. Sementara itu, Real Madrid, dengan tambahan Vinicius, berhasil mengalahkan Espanyol dan mengamankan gelar juara yang menambah koleksi trofi klub.
Berikut rangkaian kronologis singkat yang diungkapkan Bartomeu:
- Juli 2018: Vinicius Junior resmi bergabung ke Real Madrid dari Flamengo.
- Awal 2026: Barcelona memulai pembicaraan awal dengan agen Vinicius.
- Mei 2026: Bartomeu mengonfirmasi adanya kesepakatan awal dengan keluarga pemain.
- Mei 2026 (pertengahan): Real Madrid mengajukan tawaran definitif yang lebih tinggi.
- 11 Mei 2026: Vinicius menandatangani kontrak dengan Real Madrid.
Setelah peristiwa tersebut, Bartomeu menegaskan kembali pentingnya kebijakan transfer yang transparan dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang klub. Ia menilai bahwa kegagalan merekrut Vinicius Junior bukan semata-mata karena faktor finansial, melainkan juga karena persaingan ketat antar klub elit Spanyol yang mengakibatkan tawaran bersaing dalam waktu singkat.
Dalam konteks strategi jangka panjang Barcelona, Bartomeu menyoroti bahwa klub kini lebih fokus pada pengembangan akademi La Masia serta pencarian talenta muda yang dapat berkembang bersama tim utama. “Kami belajar dari pengalaman ini. Ke depan, kami akan lebih proaktif dalam mengamankan pemain muda sebelum tawaran kompetitor muncul,” ujar Bartomeu.
Kasus Vinicius Junior menjadi contoh nyata betapa dinamisnya pasar transfer sepak bola, di mana keputusan satu hari dapat mengubah arah sejarah dua klub besar. Bagi Barcelona, pelajaran ini memperkuat tekad untuk memperbaiki proses scouting dan negosiasi, sementara Real Madrid berhasil menambah bintang baru yang kini menjadi bagian penting dalam strategi ofensif mereka.
Seiring berjalannya musim, penggemar di seluruh dunia terus menantikan perkembangan karier Vinicius Junior di Real Madrid, sekaligus mengamati bagaimana Barcelona menyesuaikan diri tanpa kehadiran sang winger. Satu hal yang pasti, kisah hampirnya transfer tersebut akan tetap menjadi bab menarik dalam sejarah La Liga.












