PSPK – 12 Mei 2026 | Michael Olise resmi dinobatkan sebagai pemain Prancis terbaik yang bermain di luar negeri setelah menorehkan musim gemilang bersama Bayern Munich. Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara bergengsi yang menampilkan nama-nama besar seperti Rayan Cherki (Manchester City), Hugo Ekitike (Liverpool), Kylian Mbappé (Real Madrid), dan William Saliba (Arsenal). Keputusan ini mencerminkan pengaruh besar Olise dalam dua kompetisi utama, Bundesliga dan Liga Champions.
Selama satu tahun penuh di Jerman, Olise menorehkan 22 gol dan 28 assist, sekaligus menjadi pencipta peluang terbanyak di kedua turnamen. Statistik impresif tersebut menempatkannya di urutan teratas sebagai “best passer” di Bundesliga serta Liga Champions. Berikut rangkuman kontribusinya:
- 22 gol di semua kompetisi
- 28 assist, termasuk 10 assist di Liga Champions
- Rata‑rata 0,45 gol per pertandingan
- Kecepatan rata‑rata 33,2 km/jam saat menyerang sayap kanan
Setelah menerima trofi, Olise mengungkapkan rasa terima kasihnya lewat French Football Weekly: “Saya sangat bersyukur, terima kasih kepada semua orang di Bayern Munich, dan saya tidak sabar memberikan yang terbaik untuk Piala Dunia musim panas ini bersama tim Prancis.” Pernyataan itu menegaskan ambisinya untuk tampil di Piala Dunia 2026, di mana ia diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci Timnas Prancis.
Sementara itu, rumor transfer mengalir deras. Liverpool, yang tengah merencanakan perubahan besar pada skuad penyerangnya, menaruh mata pada Olise sebagai opsi sayap kanan. Analisis dari The Athletic menyoroti bahwa Olise memiliki profil ideal: pemain sayap kanan kaki kiri dengan kecepatan, kekuatan, dan kemampuan dribel yang luar biasa. Namun, kontrak Olise dengan Bayern yang berlaku hingga 2029 serta pernyataan eksekutif Bayern Karl‑Heinz Rummenigge yang menegaskan tidak ada harga yang dapat memaksa klub menjualnya, membuat kepindahan tersebut masih jauh dari kepastian.
Di balik layar, manajer olahraga Bayern, Max Eberl, menghadapi kritik internal terkait kebijakan kontrak pemain. Beberapa pihak menilai pendekatan Eberl terlalu lunak, mengakibatkan kontrak mahal bagi pemain seperti Alphonso Davies. Meskipun demikian, Eberl tetap dipuji karena keputusan pentingnya dalam merekrut Olise pada Juli 2024 dengan biaya €53 juta. Keputusan tersebut terbukti tepat, mengingat Olise telah mencatat 42 gol dan 53 assist dalam 105 penampilan untuk klub, menjadikannya salah satu penyerang paling menakjubkan di Eropa.
Peran Olise juga muncul dalam momen penting Bundesliga lainnya. Pada 9 Mei 2026, saat Harry Kane kehilangan tendangan penalti melawan Wolfsburg, Olise menjadi pemain yang dilanggar sehingga memicu tendangan tersebut. Meskipun Bayern tetap menang 1‑0 berkat gol spektakuler Olise yang melengkung di bawah mistar gawang, insiden tersebut menambah catatan penting Olise dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Di akhir musim, tekanan pada Bayern tidak hanya datang dari kompetisi internasional, melainkan juga dari situasi relegasi di Bundesliga. Tim seperti Wolfsburg, St. Pauli, dan Heidenheim bersaing ketat untuk menghindari turun ke divisi dua. Meskipun Olise tidak bermain untuk klub-klub tersebut, performanya bagi Bayern memberikan contoh standar yang harus dihadapi tim-tim yang berjuang di papan bawah. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan mencetak gol Olise menjadi tolok ukur bagi pemain sayap lain yang berusaha membantu tim mereka keluar dari zona bahaya.
Keseluruhan, perjalanan Michael Olise selama satu tahun terakhir mencerminkan kombinasi antara prestasi individu, pengakuan internasional, dan nilai strategis di pasar transfer. Penghargaan pemain Prancis terbaik di luar negeri menegaskan posisinya sebagai bintang muda yang sudah matang, sementara minat Liverpool menunjukkan bahwa nama besarnya terus meluas. Dengan kontrak panjang di Bayern, peran penting dalam tim nasional, serta potensi penampilan di Piala Dunia 2026, Olise berada di puncak kariernya dan menjadi sorotan utama dunia sepak bola.












