PSPK – 30 Mei 2026 | UIN STS Jambi Gunakan Eco Enzyme untuk Kelola Limbah Kurban Ramah Lingkungan menjadi sorotan utama pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini, menegaskan komitmen institusi dalam mengintegrasikan praktik berkelanjutan ke dalam tradisi keagamaan.
Latar Belakang Kebijakan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, melalui Korpus Lingkungan Hidup dan SDGs, menyiapkan penggunaan eco enzyme pada setiap titik penyembelihan. Koordinator pusat Lingkungan Hidup dan SDGs, Dr. Irmawati, menjelaskan bahwa persiapan dimulai jauh sebelum hari H, dengan distribusi satu jerigen eco enzyme untuk tiap panitia kurban pada pembukaan kegiatan.
Implementasi Eco Enzyme
Eco enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik—limbah buah, sayur, molase atau gula aren, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Cairan ini dicampur dalam takaran berbeda tergantung fungsi:
- Untuk mengurangi bau: 1 bagian enzyme : 10 bagian air, disemprotkan langsung ke area penyembelihan.
- Untuk pembersihan lantai: 1:20, dipakai mengepel seluruh area.
- Untuk saluran air: 1:10, dituangkan rutin ke pembuangan.
Setiap langkah dilakukan oleh tim kebersihan yang telah dilatih khusus, memastikan aplikasi tepat waktu dan efektif.
Manfaat Lingkungan
Penggunaan eco enzyme memberikan sejumlah manfaat signifikan. Pertama, bau tidak sedap dari darah, jeroan, dan sisa daging dapat diminimalkan, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi sivitas akademika dan pengunjung. Kedua, enzyme menekan pertumbuhan bakteri, meningkatkan standar kebersihan dan mengurangi risiko kesehatan. Ketiga, cairan ini membantu melarutkan lemak yang biasanya menyumbat saluran air, sehingga limbah cair tidak mencemari lingkungan kampus.
Selain itu, ampas sisa fermentasi dapat diolah menjadi kompos cair. Kompos ini selanjutnya dipergunakan untuk menyuburkan tanaman di area kampus, menutup siklus ekonomi sirkular yang menghubungkan limbah organik dengan pertanian perkotaan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Eco enzyme tidak hanya menjadi solusi internal; Korpus Lingkungan Hidup dan SDGs membuka penjualan produk tersebut kepada masyarakat umum dengan harga Rp25.000 per liter. Inisiatif ini bertujuan memberi edukasi praktis tentang pengelolaan sampah berbasis lingkungan, sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi kampus.
Dengan harga terjangkau, warga kampus dan masyarakat sekitar dapat mengadopsi teknologi serupa, memperluas dampak positif Eco Enzyme di luar lingkungan akademik. Dr. Irmawati menekankan harapannya bahwa penggunaan eco enzyme semakin meluas, menumbuhkan budaya peduli lingkungan secara luas.
Masa Depan dan Harapan
Keberhasilan program ini menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan solusi ramah lingkungan ke dalam kegiatan ritual keagamaan. UIN STS Jambi berencana memperluas aplikasi eco enzyme ke bidang lain, seperti pengolahan limbah dapur kantin dan pengelolaan taman kampus.
Dengan terus mengembangkan penelitian dan pelatihan, diharapkan eco enzyme dapat menjadi standar operasional prosedur (SOP) di setiap acara besar yang menghasilkan limbah organik. UIN STS Jambi Gunakan Eco Enzyme untuk Kelola Limbah Kurban Ramah Lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkrit menuju kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.










