PSPK – 31 Mei 2026 | Drama Penalti di Budapest PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk menjadi sorotan utama ketika kedua raksasa Eropa bertarung di Puskas Aréna pada Minggu dini hari WIB. Pertandingan final UCL 2025/2026 menyuguhkan drama adu penalti yang menegangkan, mengukir sejarah baru bagi sepak bola klub.
Laga Penentu di Puskas Aréna
Sejak peluit pertama, PSG dan Arsenal menunjukkan intensitas tinggi. Arsenal membuka keunggulan lewat gol cepat di babak pertama, namun PSG membalas dengan serangan agresif dan menyamakan kedudukan pada paruh kedua. Selama 120 menit regulasi dan perpanjangan waktu, kedua tim saling menukar peluang, namun tidak ada yang mampu menambah angka. Akhirnya, duel beralih ke babak adu penalti, di mana tekanan memuncak.
Statistik dan Rekor Penting
- Penguasaan bola Arsenal tercatat hanya 24,7%, angka terendah sejak final 2003/2004.
- Arsenal kini mencatatkan 226 pertandingan Liga Champions tanpa satu trofi, rekor terbanyak di kompetisi elit.
- PSG menembus sejarah dengan menjadi tim ketiga yang berhasil memenangkan liga domestik dan Liga Champions secara beruntun, sejajar dengan Real Madrid dan Ajax.
- Kai Havertz menambah namanya ke daftar eksklusif pencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda.
Rekor Buruk Arsenal
Selain kekalahan, Arsenal menorehkan rekor buruk lainnya. Sebelumnya, Gunners hanya pernah kalah satu kali dalam 117 pertandingan ketika unggul di babak pertama. Pada final ini, mereka gagal memanfaatkan keunggulan awal dan mengalami kegagalan beruntun dalam adu penalti, termasuk tembakan melambung tinggi Gabriel Magalhães yang melewati mistar gawang.
Prestasi Historis PSG
PSG menunjukkan mental juara yang tak tergoyahkan. Sebelumnya, klub Prancis ini memiliki tren negatif: tidak pernah menang dalam delapan laga ketika tertinggal di babak pertama. Namun, pada malam itu, mereka berhasil mengubah nasib, mengunci kemenangan 4-3 pada adu penalti. Keberhasilan ini menegaskan posisi PSG sebagai kekuatan dominan di kancah sepak bola modern.
Drama Penalti di Budapest PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk menjadi bukti bahwa setiap detik di panggung terbesar sepak bola dapat menentukan nasib sejarah. Dengan trofi baru di tangan, PSG melangkah ke musim depan dengan keyakinan tinggi, sementara Arsenal harus mengevaluasi strategi dan mengatasi beban psikologis yang muncul.
Ke depan, harapan Arsenal adalah memperbaiki catatan penguasaan bola dan menghindari penumpukan rekor negatif. Sementara itu, PSG akan berusaha mempertahankan momentum kemenangan, mengincar era keemasan yang jarang terjadi di sepak bola klub.












