PSPK – 13 Mei 2026 | Cesc Fàbregas, mantan bintang sepak bola dan kini pelatih klub Como di Serie A, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai situasi yang melibatkan Xabi Alonso dan Vinícius Júnior di Real Madrid. Dalam sebuah wawancara, Fàbregas menyoroti pentingnya keputusan yang tepat dalam situasi krisis seperti yang dialami oleh Los Blancos.
Xabi Alonso, yang diangkat sebagai pelatih Real Madrid, dihadapkan pada tantangan besar saat mencoba menerapkan ide-ide barunya di ruang ganti yang telah lama terisi oleh pemain-pemain berpengalaman. Fàbregas menegaskan, “Saat menghadapi situasi sulit, seorang pelatih harus selalu mengutamakan tim. Tidak ada yang lebih penting dari tim; semua harus berada dalam satu visi dan tujuan yang sama.” Pernyataan ini merujuk pada konflik yang terjadi antara Alonso dan Vinícius Júnior, di mana pemain asal Brasil itu kesulitan beradaptasi dengan tuntutan taktis yang diberikan oleh Alonso.
Sayangnya, hubungan yang tegang ini berakhir dengan pemecatan Alonso pada Januari 2026 setelah hasil buruk yang didapat Real Madrid sepanjang musim. Fàbregas, yang kini sedang membangun karier manajerialnya, menyebutkan bahwa pengalaman di lapangan dan kemampuan untuk mengelola ego pemain bintang adalah kunci sukses seorang pelatih. “Seorang pelatih harus bisa mengelola dinamika tim untuk mencapai hasil yang diinginkan,” ujarnya.
Di sisi lain, saat Real Madrid bersiap untuk Piala Dunia 2026, kabar terbaru menyebutkan bahwa Dani Carvajal dan Álvaro Morata tidak masuk dalam daftar awal skuad Spanyol. Keputusan ini menandakan akhir dari era bagi dua pemain veteran yang pernah menjadi bagian penting dari kesuksesan tim nasional Spanyol. Carvajal, yang mengalami banyak cedera, harus menerima kenyataan pahit setelah absen dalam banyak pertandingan dengan Real Madrid. Morata, yang berharap bisa bangkit di bawah arahan Fàbregas di Como, juga tidak berhasil menunjukkan performa terbaiknya, mencetak hanya satu gol sepanjang musim ini.
Dalam perkembangan lain, Xabi Alonso kini menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pelatih Chelsea yang tengah mencari sosok baru untuk mengisi posisi manajerial setelah mengalami ketidakstabilan. Chelsea dikabarkan telah mengadakan pembicaraan positif dengan Alonso, yang sebelumnya sukses mengantarkan Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga tanpa kalah. Manajemen Chelsea melihat Alonso sebagai sosok yang mampu membawa perubahan dan membangun tim yang lebih solid di Stamford Bridge.
Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di dunia sepak bola saat ini, baik di level klub maupun internasional, perhatian publik tertuju pada bagaimana para pelatih seperti Fàbregas dan Alonso mengelola tantangan yang ada. Mereka diharapkan dapat membawa visi baru dan strategi yang efektif dalam mengarungi kompetisi yang semakin ketat.












