PSPK – 22 April 2026 | V.J. Edgecombe kembali menjadi sorotan utama NBA setelah penampilan gemilangnya di babak pertama playoff melawan Boston Celtics. Pemain rookie berbakat ini tidak hanya mencetak poin tinggi, tetapi juga menorehkan rekor yang selama ini dipegang oleh legenda Tim Duncan dan Magic Johnson.
Rekor Playoff yang Tertembus
Dalam pertandingan kedua seri pertama, Edgecombe mencatat 30 poin dan 10 rebound meski harus bermain sambil menahan rasa sakit akibat jatuh keras di kuarter pertama. Pencapaian tersebut menempatkannya sebagai pemain termuda yang melampaui catatan Tim Duncan dalam hal total poin pada ronde pertama serta mengalahkan jejak Magic Johnson dalam jumlah assist per game di playoff. Statistik ini menegaskan kemampuan dua arah Edgecombe yang jarang terlihat pada pemain seusianya.
Kontribusi Musiman Regular
Sepanjang musim 2025‑26, Edgecombe menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Dengan rata‑rata 16,0 poin, 5,6 rebound, 4,2 assist, dan 1,4 steal per pertandingan, ia menempati peringkat tiga dalam skor rookie, ketujuh dalam rebound, ketiga dalam assist, dan pertama dalam steal. Seluruh 75 pertandingan yang ia mainkan, semua dimulai sebagai starter, menandakan tingkat keandalan yang tinggi bagi tim yang tengah berjuang melawan cedera dan suspensi.
| Statistik | Rata‑rata per Game |
|---|---|
| Poin | 16.0 |
| Rebound | 5.6 |
| Assist | 4.2 |
| Steal | 1.4 |
Performa tersebut tidak hanya mengangkat nama Edgecombe, tetapi juga mengangkat kelas rookie Philadelphia 76ers secara keseluruhan. Bleacher Report memberikan nilai “A” kepada kelas rookie Sixers, menyoroti peran krusial Edgecombe dalam menstabilkan lini belakang bersama Tyrese Maxey.
Rookie of the Year dan Persaingan
Prestasi Edgecombe membawanya ke babak final pemilihan Rookie of the Year bersama Cooper Flagg (Dallas Mavericks) dan Kon Knueppel (Charlotte Hornets). Jika berhasil, ia akan menjadi pemain keempat dalam sejarah Sixers yang meraih penghargaan tersebut, menyusul Ben Simmons (2016‑17), Michael Carter‑Williams (2014), dan Allen Iverson (1997). Meskipun kompetisi ketat, statistiknya yang konsisten serta kemampuan bermain dalam tekanan menjadikan ia kandidat kuat.
Sinergi dengan Tyrese Maxey
Pertandingan melawan Celtics menampilkan kolaborasi tajam antara Edgecombe dan Maxey. Maxey menambahkan 29 poin, sementara keduanya berhasil menumpahkan total 59 poin, membantu Sixers mengamankan kemenangan 111‑97. Kombinasi kecepatan, penembakan luar, dan pertahanan dua arah membuat backcourt Sixers menjadi salah satu yang paling menakutkan di liga.
Reaksi Rekan Setim
Paul George, veteran Sixers, memberikan pujian tulus kepada Edgecombe setelah pencapaian rekornya. “Saya melihat semangat juangnya di lapangan, dan bagaimana ia tetap fokus meski mengalami cedera. Itu contoh bagi semua pemain muda,” ujar George tanpa menahan kegembiraan.
Keberhasilan Edgecombe di playoff menegaskan bahwa pilihan draft No. 3 secara keseluruhan tahun lalu adalah keputusan tepat bagi organisasi. Dari Baylor ke Philadelphia, perjalanan singkatnya telah melampaui ekspektasi banyak analis.
Jika Sixers dapat mempertahankan performa ini, baik di babak selanjutnya maupun musim reguler berikutnya, mereka berpotensi menjadi kekuatan utama di Wilayah Timur. Dengan Edgecombe sebagai motor penggerak, masa depan tim tampak cerah, dan para penggemar dapat menantikan lebih banyak momen bersejarah.












