PSPK – 20 April 2026 | Band legendaris asal Amerika Serikat, The Strokes, kembali menaklukkan panggung Coachella pada April 2026. Penampilan mereka tidak hanya menyajikan nostalgia bagi para penggemar, melainkan juga menyampaikan pesan politik yang eksplisit melalui visual‑visual yang diproyeksikan di layar raksasa di belakang panggung.
Di antara rangkaian gambar, penonton disuguhi tulisan berbahasa Inggris “Last University Standing In Gaza” yang diiringi video kehancuran sebuah universitas akibat ledakan. Visual tersebut menyoroti konflik di Gaza serta tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Saat membawakan lagu “Oblivius”, suasana semakin intens dengan latar belakang yang menampilkan cuplikan gerakan hak sipil, Black Lives Matter, serta kritik terhadap lembaga intelijen CIA. Isu‑isu lain seperti kekerasan di Iran dan kebijakan luar negeri Amerika juga muncul secara bergantian, mempertegas posisi band yang tak ragu mengangkat masalah sosial dan politik.
Penggunaan lampu berwarna oranye menambah nuansa tegang dan emosional pada penampilan, sementara respon penonton, terutama dari Indonesia, cenderung positif. Banyak netizen mengapresiasi keberanian The Strokes menyuarakan topik sensitif di festival musik berskala global, sesuatu yang jarang dilakukan oleh musisi lain di Coachella.
Julian Casablancas, vokalis utama, memang dikenal memiliki kecenderungan menyelipkan kritik sosial dalam karya-karyanya sejak awal karier. Contohnya, lagu “New York City Cops” sempat ditarik dari versi rilis Amerika setelah serangan 11 September, dan beberapa judul lain seperti “Juicebox” serta “You Only Live Once” kerap dikaitkan dengan kegelisahan generasi muda terhadap konflik Irak.
Dengan penampilan yang sarat pesan ini, The Strokes menegaskan identitas mereka sebagai grup yang tidak hanya menghibur, melainkan juga berani bersuara mengenai isu‑isu global. Reaksi positif dari penonton menunjukkan bahwa musik dapat menjadi platform efektif untuk menyoroti keadilan dan hak asasi manusia.












