PSPK – 07 April 2026 | Lucinta Luna, yang kini mengidentifikasi diri sebagai Muhammad Fatah, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan bahwa ia tidak lagi dapat memproduksi sel sperma pasca operasi kelamin yang pernah dijalaninya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam program siniar “Butik Haji Igun” yang dipandu oleh Ivan Gunawan dan ditayangkan pada 4 April 2026. Saat itu, Ivan menanyakan apakah sel sperma masih ada setelah operasi, dan Lucinta menjawab dengan tegas bahwa sel sperma sudah 100 persen tidak ada, sehingga ia tidak dapat memiliki keturunan secara biologis, meski tetap dapat mengangkat anak secara non‑biologis.
Pengakuan ini menegaskan konsekuensi besar yang harus diterima oleh Lucinta dalam proses perubahan identitasnya. Ia menyatakan bahwa kehilangan kemampuan reproduksi menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dan bahwa ia kini bertekad menjalani hidup sesuai kodrat aslinya sebagai pria.
Motivasi kembali ke identitas laki‑laki dipicu oleh pencarian ketenangan batin setelah lebih dari satu dekade tampil sebagai perempuan. Lucinta mencontohkan perubahan tersebut dengan tampil pada perayaan Idulfitri 2026 di Seoul, Korea Selatan, mengenakan baju koko, sarung, dan peci, serta sholat di barisan pria. Ia juga memotong rambut panjangnya menjadi pendek ala idol K‑Pop pria, menegaskan penampilan barunya.
Meski menyadari tidak lagi memiliki peluang memiliki anak secara biologis, Lucinta tetap mantap dengan identitas aslinya. Ia mengungkapkan keinginannya untuk salat di barisan laki‑laki sesuai kodrat, meskipun secara hukum ia masih terdaftar sebagai perempuan.
Publik memberikan respons beragam, mulai dari dukungan hingga kritikan. Lucinta berharap agar masyarakat dapat memberikan ruang dan dukungan selama proses perubahan ini, serta mencintai dan mensupportnya seperti halnya ia berusaha menerima diri sendiri.
Situasi ini menambah dinamika perbincangan seputar hak transgender, identitas gender, dan kebebasan beragama di Indonesia, sekaligus menyoroti tantangan emosional dan medis yang dihadapi oleh individu yang menjalani transisi gender.












