Project Seru Penuh Kejutan

Strategi Spektrum 5G, Kunci Penurunan Biaya Data dan Pemerataan Digital

April 1, 2026 • 0 Views
Strategi Spektrum 5G, Kunci Penurunan Biaya Data dan Pemerataan Digital
Strategi Spektrum 5G, Kunci Penurunan Biaya Data dan Pemerataan Digital

PSPK – 01 April 2026 | Jakarta – Seiring percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan konsumsi data, operator telekomunikasi Indonesia dituntut menyediakan layanan yang cepat sekaligus terjangkau.

Ronni Nurmal, Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, menekankan bahwa kunci utama mengatasi tantangan ini terletak pada kesiapan spektrum frekuensi serta efisiensi teknologi 5G yang mampu menurunkan biaya produksi data secara signifikan.

Berbeda dengan 4G, teknologi 5G menawarkan efisiensi spektral yang jauh lebih tinggi, sehingga volume data yang dapat ditransmisikan per unit frekuensi menjadi jauh lebih besar. Pada beberapa negara, biaya per gigabyte (cost per GB) dapat berkurang hingga 70‑80% bila spektrum yang dialokasikan memadai, misalnya pada pita 2,6 GHz atau 3,5 GHz.

Dengan penambahan kira‑kira 100 MHz untuk tiap operator, biaya operasional dalam mengalirkan data akan turun, yang pada akhirnya dapat menurunkan tarif layanan bagi masyarakat.

Selain layanan seluler, 5G membuka peluang strategis melalui Fixed Wireless Access (FWA). Saat ini penetrasi serat optik ke rumah di Indonesia masih di bawah 20 % dan terkonsentrasi di kota‑kota besar. FWA berbasis 5G dapat memberikan kecepatan setara serat tanpa harus memasang kabel fisik, menjadikannya solusi utama untuk digitalisasi wilayah yang sulit dijangkau.

Pemerataan digital menjadi sorotan khusus bagi daerah‑daerah terpencil yang secara komersial kurang menguntungkan bagi operator. Ronni menilai konsep berbagi spektrum (spectrum sharing) dapat menjadi alternatif, memungkinkan penggunaan frekuensi secara kolektif di luar Jawa tanpa membebani operator secara finansial.

Ericsson menekankan pentingnya kebijakan spektrum yang terjangkau. Contoh negara‑negara Eropa yang tidak memberatkan operator dengan biaya hak penggunaan (BHP) tinggi, melainkan menetapkan komitmen cakupan (coverage commitment), menunjukkan bahwa dengan beban spektrum yang lebih ringan operator dapat mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembangunan jaringan di seluruh wilayah Indonesia.

  • Efisiensi spektral 5G > 4G menghasilkan penurunan cost per GB hingga 70‑80 %.
  • Spektrum 2,6 GHz atau 3,5 GHz dengan tambahan ~100 MHz/operator dapat menurunkan biaya operasional.
  • FWA berbasis 5G sebagai alternatif fiber, khususnya di daerah dengan penetrasi serat <20 %.
  • Spektrum sharing menjadi solusi untuk pemerataan layanan di wilayah terpencil.
  • Kebijakan spektrum terjangkau memperluas ruang investasi operator untuk infrastruktur nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *