PSPK – 10 April 2026 | APP Group, produsen pulp dan kertas terkemuka, telah mengimplementasikan pendekatan praktis berkelanjutan dengan mengubah air limbah menjadi biofuel di seluruh fasilitas produksinya.
Model Bioekonomi Sirkular
Model ini menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien serta pengurangan limbah, sehingga energi dapat dihasilkan kembali dari produk sampingan industri.
Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Unit IPAL mengolah air limbah melalui tahapan fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan menurunkan kebutuhan oksigen kimia (CDO). Selama proses, terbentuk biosludge yang selanjutnya dikeringkan.
Pemanfaatan Biosludge sebagai Bahan Bakar
Biosludge kering dicampur dengan batu bara dan serpihan kayu, kemudian dimasukkan ke dalam boiler. Campuran ini mengurangi konsumsi batu bara dan memberikan sumber biomassa alternatif, sehingga emisi gas rumah kaca berkurang.
Pencernaan Anaerobik di Pabrik Serang
Di pabrik Serang, biosludge dipompa ke dalam digester besar tempat bakteri metanogen menguraikan bahan organik tanpa oksigen. Proses ini menghasilkan biogas yang sebagian besar terdiri dari metana dan karbon dioksida. Biogas selanjutnya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau uap panas bagi mesin kertas.
Dukungan Terhadap SDG 7 dan 12
Inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 7 (energi bersih dan terjangkau) dan SDG 12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan). Dengan menggantikan batu bara dan mengoptimalkan limbah, APP Group berkontribusi pada transisi energi bersih dan pengurangan jejak lingkungan.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menunjukkan contoh konkret bagi industri lain dalam mengadopsi praktik berkelanjutan.












