PSPK – 09 April 2026 | Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan serangkaian penilaian tajam mengenai masa depan klub. Dalam episode terbaru podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes menyoroti perlunya perombakan besar‑besar pada skuad United, menilai prospek manajer interim Michael Carrick, serta mengangkat Paris Saint-Germain (PSG) sebagai tim terkuat di dunia.
Delapan Nama yang Harus Dilepas
Scholes menegaskan bahwa United harus segera menjual delapan pemain agar dapat mematuhi regulasi keuangan dan memperkuat posisi tawar pada bursa transfer musim panas. Daftar lengkap pemain yang ia sebutkan meliputi:
- Leny Yoro – pemain muda yang menurut Scholes masih butuh waktu, namun jika dipaksa harus dijual.
- Noussair Mazraoui – tak lagi cocok dengan taktik tiga bek tengah, sehingga sebaiknya keluar.
- Luke Shaw – meski memiliki kualitas tinggi, frekuensi bermain yang rendah membuatnya layak dijual.
- Patrick Dorgu – pemain sayap yang jarang dimainkan dan hanya menjadi opsi cadangan.
- Harry Maguire – meski menandatangani kontrak baru, Scholes meragukan kemampuan veteran 33 tahun itu untuk bersaing di level elit tanpa partner seperti Rio Ferdinand.
- Mason Mount – talentanya tidak dapat bersaing dengan Bruno Fernandes di lini serang, sehingga harus dipertimbangkan untuk dijual.
- Manuel Ugarte – Scholes berpendapat bahwa pemain tengah asal Uruguay ini kemungkinan besar akan pergi.
- Joshua Zirkzee – penyerang asal Belanda yang harus dikeluarkan untuk membuka ruang di lini depan.
Menurut Scholes, penjualan pemain‑pemain tersebut tidak hanya akan menyeimbangkan neraca keuangan, tetapi juga membuka ruang bagi United untuk mendatangkan talenta baru yang lebih sesuai dengan visi kompetitif klub.
Michael Carrick: Ujian Besar di November
Selain menilai skuad, Scholes menyoroti masa depan manajer interim Michael Carrick. Ia berpendapat bahwa periode awal musim depan, khususnya sepuluh hingga lima belas pertandingan pertama, akan menjadi “pertanyaan terbesar” bagi Carrick. Jika United mampu meraih kemenangan penting di Liga Premier dan mempertahankan posisi di Liga Champions, maka kepastian Carrick sebagai manajer permanen akan semakin kuat.
Scholes menambahkan bahwa Carrick telah menunjukkan ketenangan dan kemampuan taktis selama tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan terakhirnya. Namun, tekanan akan meningkat ketika kompetisi Eropa dimulai, dan performa tim pada fase kritis tersebut akan menentukan apakah Carrick layak dipertahankan.
PSG Dinobatkan Tim Terbaik Dunia
Tak hanya fokus pada United, Scholes juga melontarkan pujian besar kepada Paris Saint-Germain. Dalam pembicaraan yang sama, ia menyebut PSG sebagai “tim terbaik di dunia saat ini”. Scholes memuji keberhasilan PSG yang baru saja mengangkat trofi Liga Champions 2025 dan menilai bahwa skuad Luis Enrique memiliki kualitas “tidak dapat dipercaya”.
Menurut Scholes, PSG memiliki peluang kuat untuk mengalahkan Liverpool di perempat final Liga Champions dan melaju ke semifinal. Meskipun ia mengakui kemungkinan Liverpool memberi perlawanan, keyakinannya tetap pada dominasi Paris di kancah Eropa.
Implikasi Finansial dan Strategis
Keputusan untuk menjual delapan pemain sekaligus menilai kepastian Carrick menempatkan Manchester United pada persimpangan penting. Klub harus menyeimbangkan rasio biaya skuad (SCR) yang baru serta mematuhi Peraturan Keuntungan dan Keberlanjutan (PSR) yang ketat. Penjualan pemain bernilai tinggi seperti Leny Yoro dan Patrick Dorgu dapat menyediakan dana untuk akuisisi bintang baru, sementara pengeluaran pada posisi kritis – seperti gelandang bertahan dan penyerang utama – harus dipertimbangkan dengan cermat.
Jika United berhasil mengeksekusi rencana tersebut, klub dapat memperkuat lini tengah dan pertahanan, sekaligus menambah opsi serangan yang dapat bersaing di Liga Premier dan Liga Champions. Namun, kegagalan dalam menyeimbangkan keuangan atau memilih pemain yang tidak cocok dapat memperparah krisis performa yang sedang dialami.
Secara keseluruhan, suara Scholes menegaskan bahwa Manchester United berada pada masa transisi yang menuntut keputusan tegas dan berani. Perombakan skuad, penilaian Carrick di November, serta pengakuan terhadap dominasi PSG menjadi tiga pilar utama yang akan menentukan arah klub dalam beberapa bulan mendatang.












