PSPK – 17 April 2026 | Dalam dunia cosplay, kreativitas sering kali mendorong para penggemar untuk meniru penampilan karakter favorit secara detail. Baru-baru ini, sebuah insiden di Meksiko menggemparkan media sosial ketika seorang anak laki‑laki yang ingin meniru Frieza dalam bentuk Final Form berakhir terperangkap dalam cat dinding.
Orang tua si anak memutuskan menggunakan cat lateks standar untuk dinding rumah sebagai bahan body painting. Mereka mengira cat tersebut mudah dibersihkan dengan air setelah acara selesai. Namun, cat yang dirancang untuk menempel kuat pada permukaan bangunan justru menempel erat pada kulit, membuat proses pembersihan menjadi sangat sulit meski telah dilakukan pencucian berulang kali.
Video yang beredar di platform media sosial menunjukkan anak tersebut masih tertutup cat dari kepala hingga kaki, sementara orang dewasa di sekitarnya kebingungan mencari cara menghilangkannya. Sang anak sempat menanyakan bahan apa yang dapat menghapus cat tersebut, termasuk menanyakan apakah cairan penghapus cat kimia keras dapat dipakai.
Para netizen dan pakar kecantikan mengingatkan bahwa penggunaan bahan kimia berbahaya seperti penghapus cat pada kulit, apalagi pada anak-anak, dapat menyebabkan iritasi, luka bakar kimia, dan reaksi alergi parah. Mereka menekankan pentingnya memakai produk khusus face paint atau body paint yang telah teruji non‑toxic dan hypoallergenic.
Berikut beberapa langkah aman yang dapat diikuti bila ingin melakukan body painting pada anak:
- Pilih cat yang khusus diformulasikan untuk kulit manusia, biasanya berlabel “kosmetik grade”.
- Lakukan uji coba pada area kecil kulit 24 jam sebelum aplikasi penuh untuk menghindari alergi.
- Gunakan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan apron untuk menghindari kontak langsung dengan cat dinding.
- Jika cat tidak dapat dihilangkan dengan air, gunakan pembersih khusus yang direkomendasikan produsen cat kosmetik, bukan bahan kimia industri.
- Selalu sediakan air bersih dan sabun lembut untuk membersihkan kulit setelah acara selesai.
Insiden ini menjadi peringatan bahwa kreativitas dalam cosplay harus selalu disertai dengan pertimbangan keamanan, terutama ketika melibatkan anak-anak. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan para orang tua lebih selektif dalam memilih material yang aman untuk kulit.












