Project Seru Penuh Kejutan

Lagu “Erika” Mahasiswa ITB Kembali Heboh, Liriknya Dikritik Vulgar dan Merendahkan Perempuan

April 15, 2026 • 0 Views
Lagu "Erika" Mahasiswa ITB Kembali Heboh, Liriknya Dikritik Vulgar dan Merendahkan Perempuan
Lagu "Erika" Mahasiswa ITB Kembali Heboh, Liriknya Dikritik Vulgar dan Merendahkan Perempuan

PSPK – 15 April 2026 | Kasus kontroversi kembali mengguncang dunia pendidikan tinggi ketika sebuah lagu berjudul “Erika” yang dipopulerkan oleh himpunan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi viral di media sosial. Potongan lirik yang mengandung kata‑kata vulgar dan menggambarkan perempuan sebagai objek seksual menimbulkan kemarahan publik serta menimbulkan perdebatan tentang standar etika dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @roadtoptn menampilkan pertunjukan lagu “Erika” pada sebuah acara kemahasiswaan, dimana lirik‑lirik tersebut ditampilkan secara jelas pada layar proyektor. Mahasiswa yang hadir tampak bersorak, sementara teks yang mengandung istilah‑istilah tidak pantas terbaca jelas, menimbulkan pertentangan antara citra akademik ITB dengan konten yang dipertunjukkan.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa lagu tersebut tidak baru. “Erika” pertama kali muncul pada tahun 1979 dan menjadi bagian dari tradisi hiburan satir OSD (Orkes Semi Dangdut) di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB. Selama puluhan tahun, lagu ini dipertahankan sebagai lelucon internal yang diwariskan dari senior ke junior. Namun, dalam konteks era modern, penyebaran lirik yang bersifat objektifikasi dianggap tidak dapat ditoleransi.

Lirik lengkap yang beredar mengandung kalimat‑kalimat seperti “goyang Erika luar biasa”, “lebar pinggulnya hampir sedepa”, serta beberapa bagian yang menyinggung kebangsaan tubuh perempuan secara eksplisit. Berikut cuplikan lirik tersebut:

Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa
Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam‑diam main gila
Sambil bawa botol Fanta, siapa mau boleh coba
…
Oh… goyang Erika luar biasa
Oh… lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Kehadiran lagu “Erika” juga telah diunggah ke platform streaming musik legal seperti Spotify, menambah keprihatinan bahwa konten berpotensi merendahkan perempuan dapat diakses publik secara luas. Pengamat menilai hal ini mencerminkan sikap acuh terhadap sensitivitas gender, baik dari pencipta maupun pihak yang menyalurkan karya tersebut.

Berbagai pihak menyerukan agar pihak ITB mengambil langkah tegas sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Diharapkan pula evaluasi menyeluruh terhadap tradisi organisasi kemahasiswaan agar tidak ada lagi ruang bagi narasi yang menyinggung martabat perempuan dengan dalih hiburan.

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya integritas nilai‑nilai kemanusiaan dalam lingkungan akademik, serta menuntut kesadaran kolektif untuk menolak normalisasi budaya seksisme di kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *