Project Seru Penuh Kejutan

Ketika Identitas Menjadi Senjata di Era Digital

April 10, 2026 • 0 Views
Ketika Identitas Menjadi Senjata di Era Digital
Ketika Identitas Menjadi Senjata di Era Digital

PSPK – 10 April 2026 | Yogyakarta – Layar ponsel tidak lagi sekadar menampilkan informasi, melainkan menjadi arena pertempuran identitas. Dalam pidatonya saat pengukuhan sebagai guru besar pada 8 April 2026, Prof. Dr. Abdur Rozaki, guru besar Ilmu Islam dan Etnisitas UIN Sunan Kalijaga, menyoroti peran media sosial dalam membentuk cara masyarakat melihat agama dan etnisitas.

Ia mengingatkan bahwa ketika identitas dijadikan alat mobilisasi, agama dan etnisitas yang seharusnya menjadi perekat sosial berpotensi memecah belah. Selain itu, otoritas pengetahuan kini bergeser; suara influencer sering kali lebih didengar dibandingkan akademisi, menjadikan ruang publik rentan terhadap disinformasi dan penyederhanaan isu-isu kompleks.

Untuk mengatasi fenomena ini, Rozaki menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan kesadaran kewarganegaraan. Ia mengajak masyarakat agar memandang identitas sebagai jembatan, bukan tembok, di tengah derasnya arus informasi.

Pengukuhan guru besar sekaligus menjadi momentum penting bagi UIN Sunan Kalijaga. Enam akademisi yang diangkat meliputi:

  • Prof. Dr. Suwadi dan Prof. Dr. Zainal Arifin – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, bidang Evaluasi Pendidikan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam.
  • Prof. Dr. Lindra Darnela dan Prof. Dr. Muhammad Nur – Fakultas Syariah dan Hukum, bidang Hukum Internasional serta Politik dan Tata Negara Islam.
  • Prof. Dr. Abdur Rozaki – Fakultas Dakwah dan Komunikasi, bidang Ilmu Islam dan Etnisitas.
  • Prof. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa – Fakultas Sains dan Teknologi, bidang Matematika Terapan.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa gelar guru besar bukan akhir, melainkan tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan berkontribusi bagi bangsa. Ia menekankan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal, termasuk publikasi ilmiah, penulisan buku, dan penyebaran gagasan di berbagai arena akademik.

Dengan menumbuhkan kesadaran kritis terhadap penggunaan identitas di dunia digital, diharapkan masyarakat dapat menjaga persatuan dan menghindari polarisasi yang dipicu oleh teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *