Project Seru Penuh Kejutan

Gabriel Jesus Balas Julukan ‘Judas’: 11 Gelar di Manchester City, Kini Jadi Pilar Arsenal

April 22, 2026 • 0 Views
Gabriel Jesus Balas Julukan ‘Judas’: 11 Gelar di Manchester City, Kini Jadi Pilar Arsenal
Gabriel Jesus Balas Julukan ‘Judas’: 11 Gelar di Manchester City, Kini Jadi Pilar Arsenal

PSPK – 22 April 2026 | Gabriel Jesus kembali menjadi sorotan publik setelah insiden di Etihad Stadium pada pertandingan melawan Arsenal. Seorang suporter Manchester City memanggilnya “Judas” saat sang penyerang Brazil sedang melakukan pemanasan, memicu respons tajam dari pemain.

Insiden di Etihad

Pada pertandingan Premier League yang berlangsung pada 21 April 2026, Jesus menerima komentar provokatif dari seorang pendukung City yang menuduhnya mengkhianati klub lama. Tanpa ragu, pemain itu menatap langsung ke arah suporter, mengangkat kedua tangan ke telinga, lalu menjawab, “Saya telah memenangkan 11 gelar di sini.”

Karier Gemilang di Manchester City

Sebelum bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2022 dengan nilai transfer sekitar £45 juta, Gabriel Jesus menikmati masa puncak di Manchester City selama lima setengah tahun. Dalam 236 penampilan, ia mencetak 95 gol dan membantu Tim Pep Guardiola meraih total sepuluh trofi, termasuk empat gelar Premier League, satu FA Cup, tiga Carabao Cup, serta dua Community Shield.

  • 4× Premier League (2017‑18, 2018‑19, 2020‑21, 2021‑22)
  • 1× FA Cup (2018‑19)
  • 3× Carabao Cup (2017‑18, 2018‑19, 2020‑21)
  • 2× Community Shield (2018, 2019)
  • Berbagai penghargaan individu dan kontribusi penting dalam fase kebangkitan City.

Peran di Arsenal

Sejak tiba di Emirates, Jesus menjadi sosok penting dalam skema Mikel Arteta. Kemampuannya menekan tinggi, kerja keras tanpa lelah, serta fleksibilitas menempati posisi sayap atau penyerang tengah menambah dimensi baru pada lini serang Gunners. Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan lebih dari 10 gol dan 8 assist, membantu Arsenal bersaing di papan atas klasemen.

Selain kontribusi statistik, kehadiran Jesus memperkuat mentalitas kemenangan dalam skuad. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa memberinya perspektif tentang tekanan besar, sesuatu yang sangat dibutuhkan saat Arsenal berupaya menutup jarak dengan juara liga.

Reaksi Penggemar

Setelah video insiden menjadi viral, banyak suporter City memberikan dukungan kepada Jesus. Beberapa mengungkapkan rasa hormat atas prestasinya, sementara lainnya mengecam suporter yang melontarkan julukan “Judas”. Di sisi lain, fans Arsenal memuji sikap profesional sang striker, menilai bahwa responsnya menunjukkan kebanggaan akan pencapaian masa lalu.

Insiden ini juga menyoroti dinamika emosional yang sering muncul ketika pemain berpindah rival domestik. Meskipun telah berpakaian warna merah‑putih, jejak keberhasilan di Manchester City tetap menjadi bagian penting dari identitas Gabriel Jesus.

Secara keseluruhan, Gabriel Jesus tidak hanya membela diri dari tuduhan tak berdasar, tetapi juga mengingatkan publik akan warisan trofi yang ia kumpulkan. Di Arsenal, ia terus berupaya menambah koleksi gelar baru, menjadikan dirinya figur kunci dalam ambisi klub menjuarai Premier League.

Keputusan Jesus meninggalkan City sempat menuai kritik, terutama karena pada akhir musim 2021/2022 ia dipandang sebagai salah satu penyerang terpenting. Namun, keputusan itu dipengaruhi oleh keinginan mencari tantangan baru dan kesempatan bermain lebih regular di lini depan, sesuatu yang dijanjikan oleh Arteta. Transfer tersebut juga memberikan City ruang bagi pemain muda seperti Phil Foden untuk mengambil peran lebih besar.

Di luar lapangan, Jesus dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia aktif dalam kegiatan sosial, termasuk program bantuan bagi anak‑anak di Brasil. Sikap tersebut menambah daya tariknya di kalangan suporter Arsenal, yang menghargai nilai‑nilai integritas dan kerja keras.

Melihat ke depan, beberapa analis memperkirakan Jesus dapat mencapai angka 20 gol dalam satu musim Premier League, sebuah prestasi yang belum pernah diraihnya di Inggris. Jika Arsenal dapat meningkatkan kreativitas di lini tengah, peluangnya untuk menambah koleksi trofi, termasuk kemungkinan menembus final Liga Champions, menjadi semakin nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *