Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Dulu Tak Punya Arah, Kini Petani Punk Gunung Kidul Bangun Masa Depan dari Sawah

April 22, 2026 • 0 Views
Dulu Tak Punya Arah, Kini Petani Punk Gunung Kidul Bangun Masa Depan dari Sawah
Dulu Tak Punya Arah, Kini Petani Punk Gunung Kidul Bangun Masa Depan dari Sawah

PSPK – 22 April 2026 | Petani Punk Gunung Kidul berhasil mengubah stigma negatif subkultur punk dengan menekuni pertanian dan menggerakkan aksi sosial di lingkungan sekitar.

Komunitas ini didirikan pada tahun 2018 oleh Pratisna Sibag, yang lebih dikenal dengan sebutan SiBagz. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini muncul dari kegelisahan para pemuda yang menyadari minimnya regenerasi petani untuk masa depan.

Awalnya, kelompok ini berawal dari pertemuan santai di sebuah taman lokal bersama para punk jalanan. Saat itu mereka masih hidup tanpa arah yang jelas dan bahkan sempat menertawakan petani tua yang bekerja di sawah. Momen itu menjadi titik refleksi penting yang mengubah pandangan mereka terhadap pertanian.

Kesadaran tersebut mendorong SiBagz untuk mengambil langkah berani: menggadaikan sertifikat rumah orang tuanya senilai Rp25 juta demi membeli lahan dan belajar bertani. Meskipun khawatir tidak mampu mengangsur, mereka berhasil menanam, memanen, dan melunasi tanggungan dalam tahun pertama.

Sejak saat itu, gerakan Petani Punk terus berkembang. Dari sekitar 40 pemuda awal, kini lebih dari 120 anak muda di Padukuhan Kalangan terlibat dalam kegiatan pertanian, menghasilkan beragam komoditas pangan, serta membantu perbaikan rumah warga kurang mampu.

  • Menanam padi, jagung, dan sayuran organik.
  • Mengadakan pelatihan teknik pertanian bagi anggota baru.
  • Mengorganisir program renovasi rumah bagi keluarga kurang mampu.
  • Menggalang dana untuk perlengkapan pertanian melalui kegiatan sosial.

Keberhasilan komunitas ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar generasi dan subkultur dapat menciptakan solusi inovatif bagi tantangan pertanian di Indonesia. Petani Punk berharap dapat memperluas jaringan ke daerah lain dan terus menjadi contoh positif bagi pemuda yang ingin berkontribusi pada ketahanan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *