PSPK – 15 April 2026 | Sabtu, 11 April 2026, Stadion Gelora Bangkalan menjadi saksi pertarungan sengit antara dua klub Jawa Timur dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Madura United berhasil memecah rekor 11 pertandingan tanpa kemenangan dengan menumpangkan kemenangan tipis 2-1 atas Persik Kediri. Di balik kemenangan tim Macan Putih, muncul kisah emosional Rendy Sanjaya yang mencetak gol pertama bersama Persik Kediri dan mempersembahkannya untuk almarhum ibunya.
Rendi Sanjaya dan Gol Pertama yang Bermakna
Kadek Rendy Sanjaya, pemain sayap kanan berusia 22 tahun asal Tabanan, Bali, membuka skor pada menit ke-62 lewat tembakan jarak jauh yang menembus jaringan gawang Madura United. Gol tersebut tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri tim, melainkan juga menjadi bukti dedikasi pribadi Rendy. Ia mengungkapkan melalui akun Instagram pribadi bahwa gol tersebut ia persembahkan untuk sang ibu yang meninggal pada tahun 2025, sekaligus menjadi motivasi untuk terus bekerja keras.
Meski gol tersebut menyamakan kedudukan, Persik Kediri tetap berada di bawah tekanan. Statistik Rendy pada laga ini menunjukkan kontribusi defensif yang signifikan: empat tekel, tiga intersep, serta satu tembakan ke arah gawang yang berujung menjadi gol. Penampilan solidnya di sisi kanan pertahanan membuatnya menjadi pemain muda yang patut diwaspadai.
Madura United Mengakhiri Kekalahan Beruntun
Di sisi lain, Madura United menampilkan pola permainan balik cepat yang dipimpin oleh pelatih sementara Rakhmad Basuki. Dua gol penentu kemenangan dicetak oleh Fransiskus Alesandro pada menit ke-30 dan Requelme Sousa pada menit ke-78, masing‑masing memanfaatkan serangan balik setelah pertahanan Persik Kediri menahan tekanan.
Pelatih Basuki, yang dikenal dengan sebutan RB, mengapresiasi seluruh tim atas kerja kerasnya. “Kami tidak tampil cukup bagus, tetapi tiga poin tetap yang terpenting. Kami menghargai perjuangan Persik Kediri, namun kualitas tendangan kami memberi kami keunggulan,” ujarnya setelah pertandingan.
Pemain asing Ruxi, mantan pemain PSIS Semarang, menambahkan rasa puas atas kemenangan tersebut. “Terakhir kami menang pada Desember lalu, jadi tiga poin ini sangat berarti. Kami kembali menemukan ritme setelah periode sulit,” katanya.
Kunci Keberhasilan Madura United
- Transisi Cepat: Tim mengandalkan Lulinha (Luis Marselo Morais dos Reis) dan rekan-rekannya untuk menahan tekanan lawan dan memanfaatkan kesalahan pertahanan Persik Kediri.
- Stabilitas Pertahanan: Garis belakang tetap terorganisir, memungkinkan gelandang beralih ke serangan tanpa risiko kebobolan berulang.
- Efektivitas Penyerangan: Kedua gol kemenangan berasal dari serangan balik yang terorganisir dengan baik, memanfaatkan ruang di sisi sayap.
Reaksi Persik Kediri
Meski harus menelan kekalahan, Persik Kediri tetap mendapat pujian dari manajemen klub. “Kadek Rendy tampil solid di sisi kanan pertahanan dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol jarak jauh. Penampilannya patut diapresiasi meski tim belum mampu meraih kemenangan,” ungkap pernyataan resmi Persik Kediri.
Selain Rendy, beberapa pemain lain menunjukkan peningkatan, seperti empat tekel tambahan dari pemain bertahan dan tiga intersep yang membantu menahan serangan Madura United di babak pertama.
Statistik Singkat Pertandingan
| Tim | Gol | Tembakan ke Gawang | Tekel | Intersep |
|---|---|---|---|---|
| Madura United | 2 | 7 | 2 | 1 |
| Persik Kediri | 1 | 5 | 4 | 3 |
Dengan hasil ini, Madura United naik satu posisi di klasemen, sementara Persik Kediri harus berjuang memperbaiki performa untuk menghindari zona degradasi.
Ke depan, kedua tim dijadwalkan bertemu kembali pada pekan berikutnya, memberikan kesempatan bagi Persik Kediri untuk membalas kekalahan dan bagi Madura United mengukuhkan posisinya di puncak klasemen.












