Project Seru Penuh Kejutan

Dian Swastatika Sentosa Perkuat Dukungan pada Transisi Energi dan Konektivitas Digital Indonesia

April 4, 2026 • 0 Views
Dian Swastatika Sentosa Perkuat Dukungan pada Transisi Energi dan Konektivitas Digital Indonesia
Dian Swastatika Sentosa Perkuat Dukungan pada Transisi Energi dan Konektivitas Digital Indonesia

PSPK – 04 April 2026 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menegaskan komitmen untuk mendukung kebutuhan transisi energi dan memperluas konektivitas digital di Indonesia melalui sinergi infrastruktur digital dan energi yang berkelanjutan.

Dalam rangka meningkatkan operational excellence, perusahaan mengoptimalkan efisiensi energi, mendigitalisasi operasi, serta menurunkan emisi dan limbah secara terukur. Salah satu langkah nyata adalah elektrifikasi armada operasional di PT Borneo Indobara (BIB) dengan kendaraan listrik, yang sekaligus mengurangi biaya operasional dan mendukung konsep green mining.

DSSA juga mengembangkan portofolio energi baru dan terbarukan (EBT). Pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW telah dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, sementara proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti sedang dieksplorasi di enam wilayah, antara lain Cisolok, Cipanas, Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah dengan potensi total sekitar 440 MW. Kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia, anak perusahaan Energy Development Corporation (EDC), memperkuat kapabilitas teknis dalam sektor geothermal.

Di bidang teknologi digital, DSSA menjalin kerja sama dengan iFLYTEK untuk mempercepat transformasi berbasis AI. Bersama iFLYTEK, perusahaan mengembangkan solusi AI dan model bahasa besar (LLM) SPARK yang ditujukan untuk sektor kesehatan, pendidikan, serta telekomunikasi. Saat ini DSSA mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang sekitar 57.000 km, melayani lebih dari 9 juta rumah dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia.

Infrastruktur data center nasional juga terus diperkuat dengan 24 edge data center yang tersebar di 23 pasar strategis, mulai dari Medan hingga Manado, guna memastikan pemrosesan data dengan latensi rendah. Proyek unggulan berikutnya adalah Flagship Hub Jakarta SMX01, fasilitas Tier‑IV siap AI berkapasitas awal 18 MW yang dijadwalkan beroperasi pada semester kedua 2026.

Peluang pasar masih sangat besar: diperkirakan sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses internet optimal, dan nilai pasar telekomunikasi nasional mencapai kira‑kira 29 miliar dolar AS. Menurut Direktur DSSA David Audy, adopsi artificial intelligence di Indonesia akan bergantung pada dua fondasi utama—energi andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata—sehingga perusahaan berkomitmen membangun kedua elemen tersebut secara terintegrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *