PSPK – 04 April 2026 | Di tengah ketidakstabilan geopolitik global yang memengaruhi pasokan dan harga energi, PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian penting strategi ketahanan energi nasional.
Target Pertamina adalah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 GWh pada akhir tahun 2025, dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.271 MW yang berasal dari sumber rendah karbon.
| Sumber Energi | Kapasitas (MW) |
|---|---|
| Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) | 2,4 |
| Gas to Power Jawa Satu | 1.760 |
| Gas to Power Pertamina Power Indonesia | 12,9 |
| Solar Pertamina Power Indonesia | 55,3 |
| Panas Bumi (Geothermal) | 772,5 |
Selain itu, subholding Pertamina New & Renewable Energy memiliki saham di perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 669,3 MW.
Pertamina juga menggerakkan program Desa Energi Berdikari (DEB) untuk memperkenalkan energi terbarukan di tingkat masyarakat. Hingga kini, sebanyak 252 desa di seluruh Indonesia telah menjadi DEB, dan 156 lokasi di antaranya berhasil memproduksi sekitar 15.8 ribu ton beras serta 890,4 ton produk non‑beras, mendukung ketahanan pangan nasional.
Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas inisiatif energi bersih, selaras dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan target Net Zero Emission 2060. Semua upaya tersebut diintegrasikan dalam kerangka tata kelola Environmental, Social & Governance (ESG) dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).












