PSPK – 06 April 2026 | Pelatih asing asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan publik setelah Persib Bandung memperpanjang keunggulan di puncak klasemen Liga Super 2025/2026. Kemenangan tipis 2-0 atas Semen Padang pada pekan ke-26 dan performa solid melawan rival terdekat menegaskan posisi Maung Bandung sebagai kandidat utama gelar juara.
Keunggulan Poin dan Dinamika Persaingan
Setelah mengamankan tiga poin melawan Semen Padang, Persib mencatat total 61 poin, selisih empat poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua dan sembilan poin dari Persija Jakarta. Keunggulan ini tidak hanya mencerminkan kualitas skuad, tetapi juga strategi taktis yang diterapkan oleh Bojan Hodak. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa keunggulan poin belum menjadi alasan untuk beristirahat.
“Kami tetap memantau pergerakan pesaing di papan atas. Persija baru saja kalah melawan Bhayangkara, tetapi mereka tetap berbahaya. Fokus kami adalah satu pertandingan pada satu waktu,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai kemenangan melawan Semen Padang.
Pengakuan atas Kesulitan Awal Laga
Meski hasil akhir tampak meyakinkan, Hodak mengakui bahwa timnya sempat ‘tercekik’ pada 30 menit pertama pertandingan di Haji Agus Salim. Tekanan dari tuan rumah, suhu panas dan kelembapan yang tinggi membuat lini tengah Persib tampak kehilangan arah. “Pada 20 sampai 30 menit pertama kami berada di posisi yang tidak menguntungkan,” kata Hodak, menambahkan bahwa Ramon De Andrade Souza menjadi penyelamat dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-32.
Setelah gol pertama, ritme permainan Persib berubah drastis. Gol kedua yang tercipta pada menit ke-69 kembali menegaskan dominasi Maung Bandung. Namun, Hodak menekankan bahwa masalah “penyakit lama” masih mengintai, yaitu penurunan intensitas pada pertandingan pertama setelah jeda internasional.
Strategi Menghadapi Bali United
Jadwal berikutnya menampilkan pertemuan penting melawan Bali United pada 12 April di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Bojan tidak mengungkapkan taktik khusus, namun menegaskan pentingnya menonton rekaman pertandingan lawan untuk menyiapkan strategi yang tepat. “Saya perlu melihat Bali United dulu. Kami tidak akan meremehkan lawan apa pun,” jelasnya.
Fokus pada Konsistensi dan Mental Juara
Dengan delapan laga tersisa, tekanan untuk tetap konsisten semakin besar. Bojan menekankan bahwa mental juara menjadi faktor pembeda. “Setiap laga kini terasa seperti final. Kami harus menjaga fokus, tidak terpecah, dan terus menargetkan hasil maksimal,” katanya.
Selain taktik di lapangan, pelatih menyoroti pentingnya kebugaran dan adaptasi cuaca, mengingat pengalaman pahit melawan Semen Padang. Ia menginstruksikan tim untuk meningkatkan pemulihan setelah jeda internasional, serta menekankan latihan intensif pada fase akhir kompetisi.
Kesimpulan
Persib Bandung berada di posisi yang menguntungkan, namun Bojan Hodak tidak berkompromi dengan keberhasilan sementara. Dengan strategi yang terukur, pemantauan terus-menerus terhadap rival, serta penekanan pada konsistensi mental dan fisik, Maung Bandung siap memperjuangkan gelar juara beruntun. Tantangan berikutnya, terutama menghadapi Bali United, akan menjadi ujian sejati bagi kemampuan tim dan kepemimpinan Hodak.












