PSPK – 15 April 2026 | Jakarta – Penyanyi Bernadya menegaskan pentingnya menghormati privasi setelah foto dirinya disunting dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa izin dan dipublikasikan di platform X.
Pada 14 April 2026, Bernadya menuliskan di akun X-nya bahwa mengubah muka orang dengan AI dan mempostingnya tanpa persetujuan adalah tindakan yang “tidak sopan”, meski dianggap “harmless”.
Ia juga menanggapi komentar netizen yang menyoroti dampak negatif AI, seperti pelanggaran consent, pencemaran air, peningkatan biaya perangkat keras, dan pemanasan global. Bernadya menegaskan bahwa semua itu menjadikan praktek tersebut tidak hanya tidak sopan, melainkan juga berbahaya.
Insiden bermula ketika seorang pengguna X mengunggah foto Bernadya yang telah dimanipulasi AI sebagai bagian dari rumor industri musik. Postingan tersebut menjadi viral, mencatat lebih dari 16 juta tampilan dan memicu ratusan komentar serta repost.
Setelah pernyataan terbuka Bernadya, akun yang mengunggah foto tersebut segera menghapus konten dan mengirimkan permintaan maaf kepada penyanyi, meskipun permintaannya berisi kalimat yang berbelit.
Kasus ini menambah daftar kontroversi seputar penggunaan AI dalam media sosial, khususnya terkait deepfake dan pelanggaran hak pribadi artis. Para pakar mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai izin eksplisit, serta menekankan perlunya regulasi yang lebih tegas.
Sementara itu, penggemar Bernadya menyatakan dukungan mereka terhadap sikap sang penyanyi dan menyerukan etika digital yang lebih baik di ruang online.
- Meminta izin eksplisit sebelum mengedit wajah publik.
- Menyertakan sumber asli dan memberi kredit bila diperlukan.
- Menghindari penyebaran konten yang dapat menimbulkan fitnah atau pencemaran nama baik.
- Mengikuti kebijakan platform terkait deepfake dan konten manipulasi.












