PSPK – 11 April 2026 | Jalan panjang menanti Bali United menjelang laga tandang melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 12 April 2026. Pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi optimal dan siap menebas catatan buruk melawan Maung Biru yang belum pernah kalah sejak era Bojan Hodak.
Setelah menutup pekan ke-26 dengan kemenangan telak 6-1 atas PSBS Biak, Serdadu Tridatu membawa kepercayaan diri yang menggelora ke Bandung. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah selisih gol positif, tetapi juga menjadi suntikan moral bagi skuad yang kini menempati peringkat kesepuluh klasemen sementara dengan 37 poin dari 26 laga. Sementara itu, Persib Bandung mengokohkan posisi puncak dengan 61 poin, menatap gelar juara musim ini.
Persiapan Matang dan Fokus Taktik
Menurut Jansen, persiapan tim berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Kami telah melakukan persiapan yang hampir serupa setiap kali menjelang pertandingan penting. Analisis video lawan, latihan intensif, dan penyesuaian taktik sudah kami lakukan secara menyeluruh,” ujarnya dalam konferensi pers di Bali United. Ia menambahkan bahwa rekaman pertandingan Persib telah dipelajari secara detail, mulai dari pola serangan sayap hingga pertahanan zona yang sering dipakai oleh Bojan Hodak.
Jansen juga menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum kemenangan melawan PSBS Biak. “Kemenangan 6-1 memberi kami kepercayaan diri tinggi. Kami ingin membawa energi positif itu ke GBLA dan memaksa Persib bermain di luar zona nyaman mereka,” tegasnya.
Catatan Buruk dan Misi Balas Dendam
Sejak Bojan Hodak melatih Persib, Bali United belum berhasil mencatat kemenangan melawan tim asal Bandung. Ricky Fajrin dan rekan-rekannya belum memenangkan satu pun dari lima pertemuan terakhir. Jansen mengakui fakta tersebut, namun menolak menjadikannya beban. “Kami mengakui catatan buruk itu, namun kami melihatnya sebagai tantangan. Kami ingin mengubah sejarah dan memberi kejutan bagi para pendukung Persib,” katanya.
Reuni emosional juga menjadi bagian cerita menjelang laga ini. Eliano Reijnders, bek kiri Persib, pernah menjadi rekan satu tim dengan Jansen di PEC Zwolle. Kedua sosok tersebut saling mengingat kenangan masa lalu, namun kini berada di barisan lawan. Jansen menyebut pertemuan ini sebagai “salah satu momen menarik yang menambah warna pertandingan”.
Strategi Kunci Bali United
- Serangan cepat lewat sayap: Pemain sayap seperti Ilija Spasojevic diharapkan memanfaatkan kecepatan untuk menembus pertahanan Persib yang cenderung menurunkan garis tinggi.
- Penekanan di lini tengah: Ricky Fajrin akan memimpin lini tengah untuk memotong umpan-umpan kreatif Persib, khususnya dari Febri Hariyadi.
- Manfaatkan peluang bola mati: Setelah mencetak enam gol melawan PSBS Biak, serangan dari tendangan sudut menjadi salah satu senjata utama.
Prediksi dan Harapan
Para pengamat menilai bahwa Persib tetap menjadi tim favorit berkat konsistensi dan kedalaman skuad. Namun, tren positif Bali United dan tekad balas dendam Jansen menjadikan pertandingan ini tidak dapat diprediksi. Jika Bali United berhasil mengkonversi peluang menjadi gol, mereka berpotensi meraih tiga poin berharga yang dapat mengangkat posisi mereka di tengah klasemen.
Di sisi lain, Bojan Hodak menegaskan bahwa Persib tidak akan menganggap enteng lawan yang sedang naik daun. “Kami ingin tetap maksimal di setiap laga kandang. Bali United memang tim yang kuat, namun kami percaya pada kualitas pemain kami,” ungkapnya.
Dengan atmosfer penuh semangat di GBLA, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit yang menyajikan aksi cepat, taktik cerdas, dan drama balas dendam. Bagi para pendukung Bali United, ini adalah kesempatan menebus kegagalan masa lalu, sementara Persib berusaha mempertahankan dominasi di kandang.
Apapun hasil akhir, pertandingan antara Serdadu Tridatu dan Maung Biru akan menjadi sorotan utama Super League 2025-2026 dan menambah warna pada perebutan gelar juara musim ini.












